Usia yang Tak Dapat Diperpanjang

Usia dan Umur, Apa Bedanya?/Un-Perfekt/Pixabay

“Umur yang tersisa hari ini sungguh tak ternilai harganya, sebab esok hari belum tentu jadi bagian dari diri kita.“-Anonim

Misteri Umur

Setiap diri kita punya misteri ‘umur’. Ada yang usianya ratusan tahun, ada juga yang berpulang di usia muda. Penting bagi setiap diri untuk memanfaatkan sebaik mungkin nikmat umur yang diberikan oleh Allah SWT-sebagai bentuk syukur. Memperbanyak amal saleh dan beribadah kepada-Nya.

Pada satu kesempatan, Rasulullah SAW pernah berdialog dengan seorang pria soal umur.
Lelaki bertanya, “Siapakah manusia terbaik wahai Rasulullah?”
Rasulullah menjawab,

“Orang yang panjang umurnya dan bagus amalnya.”

Kemudian lelaki tersebut melanjutkan dengan pertanyaan sebaliknya,

“Siapakah manusia terburuk wahai Rasulullah?”

Rasulullah lalu menjawab,

“Orang yang panjang umurnya namun jelek amalnya.”

Cara seseorang memanfaatkan usia, akan membawanya kepada sejumlah kemungkinan. Apakah dia termasuk golongan manusia yang tertipu oleh waktu, yang kualitas hidupnya hari ini sama saja dengan hari kemarin.

Atau dia termasuk golongan orang yang merugi, kualitas hidupnya hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Ataukah dia masuk ke dalam golongan orang beruntung, yang kualitas hidupnya semakin baik dari hari ke hari.

Youtuber Penyintas Kanker

Lewat postingan ini saya ingin berbagi cerita tentang remaja yang memilih mengisi hidup sebagai youtuber. Bukan sebagai youtuber kontroversial, melainkan sebagai motivator.

READ ALSO:  Gadis Miskin dan Foto Ayam

Nadya Valeri-yang biasa dipanggil Nana-adalah youtuber asal Surabaya. Ia memutuskan menjadi youtuber untuk menginpirasi dan mengedukasi netizen tentang kanker yang dideritanya.

Video pertama yang diunggah oleh Nana berjudul An Introduction from Lymphoma Survivo #NANAPASTISEMBUH pada 1 Juni 2019.

Dalam video berdurasi sekitar 3 menit itu Nana menjelaskan, pada tanggal 23 April 2019, dokter menemukan adanya massa berupa tumor sebesar 10 sentimeter di dalam perut Nana.

Lalu, pada tanggal 30 April tumor diangkat beserta organ usus yang dipotong kurang lebih sepanjang 50 cm. Tindakan lanjutan berupa biopi, tanggal 7 Mei 2019. Dokter  menyatakan bahwa tumor tersebut merupakan kanker kelenjar getah bening tipe agresif.

Setelah mendengar berita tersebut, Nana punya dua pilihan. Pilihan pertama, dia mengurung diri. Kedua, Nana tetap menjadi dirinya sendiri, yang selalu ceria, terbuka, dan menebarkan energi positif.

Nana memutuskan membuat konten untuk menyemangati dirimya sendiri. Ia membagikan perjuangannya melawan kankernya.

‘Nana’s Chemo Journey’  isinya informasi penangan medis yang ia jalani, seperti bone marrow biopsy, penyebab kanker kelenjar getah bening, apa saja yang dilakukan pada kemoterapi dan vlogging ketika dikemoterapi (clinic tour).

Nana juga meng-upload video tentang efek samping setelah kemoterapi yang membuat rambutnya harus dicukur botak.

Semangat Nana dalam menjalani hidupnya setelah divonis terkena kanker kelenjar getah bening mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari netizen. Banyak para pengguna Instagram yang menyebarkan konten Nana via Instastory karena terinspirasi darinya.

Nana tidak pernah menyangka jika ada begitu banyak orang yang peduli dengan kisahnya, melihat cerita Nana dari sisi positif. Hal ini menjadi motivasi Nana untuk untuk sembuh.

READ ALSO:  Cara Mengatur Karir dan Kehidupan Pribadi dengan Mudah Menggunakan My Life Organized App

Tuntunan Islam Tentang Waktu

Allah Subhanahu wata’ala bersumpah atas nama waktu pada beberapa ayat yang tertera dalam Al-Qur’an.

Hasan Al-Bashri pernah mengatakan;

Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Setiap kali satu hari hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.

Pada hakikatnya, waktu bagi seseorang ialah umurnya sendiri. Waktu yang berlalu, membuat usianya semakin berkurang.

Rasulullah Muhammad Saw seringkali memperingatkan umatnya tentang waktu, di antaranya:

“Jangan tertipu dengan waktu luang”

Nabi Muhammad bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

“Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalam keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang.” (HR. Bukhari, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Abdul Fattah bin Muhammad dalam Qimatuz Zaman ‘Indal ‘Ulama menjelaskan, kata “tertipu” dalam hadis ini bermakna merugi.

Ada orang yang sehat fisiknya, tetapi seakan tak punya waktu untuk persiapan akhirat karena terlalu sibuk dengan kehidupan dunia.

Ada pula orang yang punya cukup waktu untuk mempersiapkan akhirat, namun fisiknya sedang tidak sehat. Padahal, jika punya keduanya, manusia dapat memanfaatkan waktunya untuk beribadah dan beramal sholih.

Jaga 5 Perkara Sebelum 5 Perkara

Rasulullah Saw pernah bersabda kepada seorang laki-laki dan menasihatinya;

اغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ: شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ، وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ، وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ، وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ، وَحَيَاتِكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Jagalah lima perkara sebelum (datang) lima perkara (lainnya). Mudamu sebelum masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu dan hidupmu sebelum matimu.” (HR Nasai dan Baihaqi).

Usia muda adalah masa emas dalam hidup,  akan berlalu dan berganti tua. Sehat adalah nikmat terbesar, sebab saat sakit kita akan kesulitan beraktivitas.

READ ALSO:  Ulasan Buku "Sebelum Umur 40" Karya John Afifi

Begitu pula dengan kaya dan waktu luang, berapa banyak orang yang mengharapkan keduanya. Lebih parah lagi, keempat perkara ini bisa hilang begitu saja dengan dicabutnya ruh dari badan.

Lima perkara ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin, sebab, Allah Swt akan menanyakannya di akhirat kelak.

Rasulullah Saw bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara, tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR Tirmidzi).

Batas Usia Umat Nabi Muhammad

Rasulullah Saw wafat dalam usia 63 tahun. Begitu pula dengan umatnya. beliau berwasiat:

أَعْمَارُ أُمَّتِى مَا بَيْنَ السِّتِّينَ إِلَى السَّبْعِينَ وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Usia umatku (Muslim) antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit sekali dari mereka yang melewatinya.” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Hanya sedikit saja orang yang melewati batas usia ini. Sekalipun diberi umur lebih panjang, Allah Swt  akan mengambil nikmatNya dari manusia secara perlahan.

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dengan sebaik-baik penjagaan.