Ulasan Buku “Perjalanan Rasa” Karya Fahd Pahdepie

Pexels/Pixabay

Buku Perjalanan Rasa saya pinjam melalui aplikasi ipusnas.id . Setelah cukup lama mengantri  buku ini free juga pada akhirnya.

Saat itu saya memanfaatkan momen libur sekolah. Tertarik aja baca buku ini. Buku ini diterbitkan tahun 2012, kemudian dicetak ulang pada tahun 2018 dengan ilustrasi yang-katanya-lebih instagramable.

Berisi catatan refleksi kehidupan pribadi Fahd Pahdepie, @fahdpahdepie sebagai seorang anak, kakak, suami, ayah, dan penulis. Dikemas dalam 51 tulisan pendek, 190 halaman. Uniknya, judul tulisan dibuat estafet.

Maksudnya, satu kata penutup tulisan dijadikan judul untuk tulisan berikutnya. Nilai plusnya, ada ajaran islam yang disisipkan di hampir semua tulisannya.

Judul-judulnya juga seputar itu: berdo’a, iman, keberkahan, keikhlasan, berbahagialah, Dia (kisah Fahd dan seorang ateis). Judul awal buku ini adalah “Mama” dan di akhir buku diceritakan kisah Fahd bersama “Ayah”.

Dok.Pribadi

Fahd juga nyisipin sajak, puisi, dan kutipan yang inspiratif banget.

Fahd ingin mengajak sebanyak mungkin orang untuk melihat segala sesuatu yang selama ini terabaikan dalam kehidupan sehari-hari, hal-hal yang terlanjur dianggap remeh dan sederhana, sebagai sesuatu yang barangkali harus kita tengok ulang-karena di sana sebenarnya, terdapat banyak makna yang akan membuat kita lebih dewasa dan berbahagia.

Ada satu kutipan yang menarik bagi saya:

Jika kita punya cara pandang yang lebih kaya, perspektif yang lebih luas, cakrawala berpikir yang lebih lapang maka kita akan selalu bisa menemukan alasan untuk lebih banyak memberi daripada meminta, untuk memaafkan masa lalu dan berdamai dengan diri sendiri, untuk menjalani hidup dengan kepala tegak dan langkah riang. (hlm. 6)

Fahd membuka cerita tentang ‘kenakalannya’ terhadap mama semasa Fahd muda.

READ ALSO:  Lima Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Kebahagiaan Hidup

Ia tuliskan dalam baris-baris kalimat yang menyentuh. Mamanya yang single parent dan ‘hanya’ guru TK tak mudah menyerah untuk membahagiakan dan mendidik Fahd.

Di tulisan penutup, ia berkisah tentang kenangannya bersama almarhum ayah.

Di buku ini, Fahd berbagi nasihat yang berpengaruh bagi dirinya sebagai seorang penulis, yaitu Surat At-Tahrim (ayat ke-6)

Quu anfusakum wa ahliikum naaraa

(Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, hlm. 118)

Buku ini bagus buat dibaca remaja maupun orang tua.

Terima kasih ipusnas😊

Identitas Buku
Judul: Perjalanan Rasa
Penulis: Fahd Pahdepie
Penerbit: Bentang Pustaka
Tebal: 190 hlm
Tahun Terbit: Februari 2018