Tingkatan Cinta

Memiliki anak adalah impian setiap ibu. Namun, karena berbagai kondisi kesehatan seorang ibu kesulitan mendapatkan keturunan.

Dukungan Sesama Ibu

Memiliki anak adalah impian setiap ibu. Namun, karena berbagai kondisi kesehatan seorang ibu kesulitan mendapatkan keturunan. Sebagai sesama perempuan, seringkali kita berusaha menghibur atau memberi dukungan. Tapi, sebaiknya perhatikan beberapa hal saat melakukannya. Karena jika salah cara, tempat, atau waktu menyampaikannya bisa membuatnya terpuruk.

Diantaranya adalah jangan menyarankan adopsi, jangan mengatakan “tidak semua wanita ditakdirkan hamil”, rahasiakan berita kehamilanmu meski kalian berdua sahabat dekat, saat promilnya berhasil jangan tanyakan metodenya (kecuali jika kita memang butuh informasi ini untuk promil yang sedang dijalani).

Yuk, kita belajar dari kisah tiga ibu yang ‘mandul’ berikut ini. Serta bagaimana mereka berjuang mengambil hikmah dari ujian yang diberikan Allah.

Perjalanan yang mereka lalui berliku, tapi Allah memberinya tingkatan cinta yang lebih tinggi. Tiga perempuan yang Allah gerakkan untuk mengubah kesedihannya menjadi bahagia, bahagia saat berikhtiar dan tetap bersungguh-sungguh dalam berdo’a.

Ada juga yang bersedia memberi manfaat bagi orang-orang dulu menjauhinya. Seperti apa kisahnya? Yuk, kita simak.

Kisah 1: Kehamilan Ajaib yang Dikisahkan Dalam Al-Qur’an

Kehamilan Istri Nabi Zakaria bernama Hanan diabadikan dalam Al-Qur’an, Surah Maryam. Kehamilan Ummu Hanan tergolong ajaib-tidak masuk akal. Allah berkehendak, meski usia Nabi Zakariya dan Isterinya sudah tua renta. Apa sih,  isi doa Nabi Zakaria sehingga belum selesai pun Allah SWT langsung mengabulkan ?

Do’a Nabi Zakariya ada di surah Maryam ayat 4-7 yang artinya.

“Dia (Zakaria) berkata “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadamu, ya Tuhanku.”

READ ALSO:  Lima Kebiasaan yang Dapat Meningkatkan Kebahagiaan Hidup

“Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalanku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.”

Ketika Nabi Zakaria sedang bedoa. Allah langsung berfirman seperti diabadikan dalam ayat 7.

“Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya.”

Mendengar firman Allah Nabi Zakaria tidak percaya. Ini diabadikan pada surat Maryam ayat 8 yang artinya “Dia Zakaria berkata,

“Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku sendiri sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”

Allah langsung meyakinkan Nabi Zakaria yang telah Zakaria menunjukan sikap pesimis menerima informasi itu karena dia dan istrinya sadar bahwa tidak mungkin mereka punya anak karena selain isterinya mandul keadaan mereka juga sudah renta. Allah meyakinkan Zakaria, yang diabadikan di ayat 9 yang artinya.

“Allah berfirman, demikianlah. “Tuhanmu berfirman, hal itu mudah bagi-Ku” sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu padahal pada waktu itu engkau belum berwujud sama sekali.”

Mendengar itu Nabi Zakaria pasrah dan bertanya seperti diabadikan di ayat 10.

“Zakaria ya Tuhanku berilah aku suatu tanda. “Allah berfirman, tandamu ialah engkau tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”

Setelah menerima tandanya, seperti diabadikan dalam ayat 11, Zakaria keluar dari Mihrab menuju kaumnya, lalu dia memberi isyarat kepada umatnya. “Bertasbihlah kamu pada waktu pagi dan petang.”.

READ ALSO:  Pahami Konsep Rezeki dengan Benar, Agar Lebih Ringan Menjalani Hidup

Kisah 2: Divonis Mandul Oleh 4 Dokter

Bunda Martha Tilaar, seorang pengusaha kosmetik ‘Sari Ayu’  pernah divonis mandul oleh 4 dokter (berasal dari Holland, Switzherland, Amerika, dan Belanda).

Meski diprediksi seperti itu, tak membuat hatinya menciut dan pasrah. Justru Bunda Martha terus berusaha untuk mewujudkan mimpinya beserta suami. Ia melakukan perawatan hampir 3,5 tahun. Hingga pada akhirnya ia memiliki anak di usia 45 tahun.

Setelah tahu kabar kehamilan Bunda Martha, lagi-lagi dokter memprediksi jika kemungkinan bayinya catat (mongoloid syndrome).

Foto Keluarga Martha Tilaar (Sumber: Instagram/@wulan_tilaar)

Namun, ajaib! semua prediksi dokter tidak terjadi. Bunda Martha dikaruniai 4 orang anak yang semuanya terlahir normal, sehat, tanpa kecacatan.

Kisah 3: Ibu Mandul, Ibu Pohon

Di India, perempuan-perempuan yang mandul ‘dipinggirkan’ oleh masyarakat. Mereka dihina dan menjadi bahan pergunjingan. Sedih? Tentu saja.

Namun Thimmakka, perempuan kelahiran 1 Januari 1926 tak menyerah. Bersama suaminya,Chikkaiah- ia menanam pohon banyan-tanaman yang disucikan di India. Thimmakka adalah seorang buta huruf, tapi kepeduliannya terhadap lingkungan sangat tinggi.

Mereka berhasil mengubah empat kilometer jalan gersang menjadi teduh. Membutuhkan waktu hampir 70 tahun.

“Saya melestarikan Bumi untuk melupakan kesedihan tak bisa punya anak,” kata Thimmakka yang ditemui BBC di desanya di negara bagian Karnataka di India selatan.

Thimmakka menikah pada usia 20 tahun.  Ia menduga tak bisa hamil karena pernah digigit ular ketika masih kecil.

Pohon banyan, tak hanya disucikan tapi juga dianggap sebagai obat alamiah untuk mengatasi kemandulan. Beberapa pohon ada yang mati. Tapi lebih banyak yang bertahan tumbuh menjulang. Pohon-pohon tersebut menjadi semacam kanopi raksasa yang tak hanya menjadikan desanya sejuk tapi juga mengantarkannya dinobatkan sebagai salah satu tokoh pelestari lingkungan kenamaan di India.

READ ALSO:  Cara Mengatur Karir dan Kehidupan Pribadi dengan Mudah Menggunakan My Life Organized App
Penyerahan Padma Shri dari pemerintah India, 2019.

Tak mengherankan jika ia mendapat julukan ‘ibu pohon’. Di usia senjanya Thimmakka mengadopsi seorang putera.

Ia ditemani putranya menghadiri acara-acara bertema lingkungan atau permintaan wawancara. Sang putera juga mengikuti jejaknya sebagai aktivis lingkungan.

Penutup

Tetap semangat buat para bunda yang sedang diuji, yang sedang berjuang mendapatkan keturunan. Sebagai penutup, saya pinjamkan kalimat motivasi dari Al-Qur’an tentang kabar gembira bagi setiap orang yang sabar.

Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. – QS Al Baqarah : 155