Empat Rekomendasi Buku Cerita Bergambar (Cergam) Tentang Covid-19 dan Pengalaman Selama Pandemi. Semuanya Gratis!

4 Rekomendasi Cergas Gratis Tentang Covid-19 dan Pengalaman Selama Pandemi

Pada akhir tahun 2019, seluruh manusia dikejutkan oleh kemunculan virus baru dari kota Wuhan, Tiongkok yaitu COVID-19 atau virus korona, yang sampai saat ini sudah menyebar hampir ke seluruh dunia.

Virus ini menyebabkan ‘badai’ bagi kehidupan dunia serta memicu perubahan besar, terutama dari segi ekonomi dan kehidupan sosial.

Tahukah, Ayah dan Bunda? sebelum pandemi korona menyebar ke seluruh dunia, sudah ada beberapa kasus semacam ini, misalnya virus Ebola dan Zika.

Peningkatan angka penularan virus korona menjadikan masyarakat cemas. Bukan hanya orang dewasa saja, melainkan juga anak-anak. Mereka pun mulai bertanya-tanya apakah yang terjadi sehingga banyak orang di sekitar mereka merasa gelisah. Nah, hal-hal yang berkaitan dengan virus covid-19 dan pengalaman yang terjadi selama pandemi itu ditulis dengan sangat menarik oleh beberapa penulis buku cerita anak. Pembahasannya dikemas dengan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak.

Pada postingan ini akan kita ulas 4 rekomendasi buku cerita anak yang berkaitan dengan pandemi covid-19. Buku-buku berikut ini bisa Ayah Bunda jadikan sebagai referensi untuk memberikan gambaran terkait apa itu Covid-19, cara pencegahan, serta cara menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat. Melalui buku-buku ini Ayah Bunda bisa menanamkan rasa syukur atas nikmat sehat dan rasa bahagia saat bisa sekolah tatap muka. Oya, keempat buku ini bisa dibaca secara gratis!

  1. Cerita Si Korona

Buku ini ditulis oleh Ibu Watiek Ideo dan diilustrasikan oleh Ibu Luluk Nailufar. Penampakan virus covid-19 diilustrasikan dengan menarik, seperti tokoh yang imut dan menggemaskan. Melalui ini, orangtua dapat mengenalkan struktur virus dengan mudah. Penulis buku mengijinkan ebook ini disebarluaskan secara gratis. Ayah bunda bisa mendownloadnya di sini. Buku versi cetak untuk buku seri lain dari “cerita si korona” dapat dipesan melalui distributor di sini.

READ ALSO:  Mengenal Algoritma dalam Pembuatan Program
Sampul Buku "Cerita Si Korona" oleh Watiek Ideo
Sampul Buku “Cerita Si Korona” oleh Watiek Ideo

2. Kamu Pahlawanku (My Hero is You)

Kamu Pahlawanku (My Hero is You) merupakan proyek buku cerita anak yang dikembangkan oleh Inter-Agency Standing Committee Reference Group on Mental Health and Psychosocial Support in Emergency Settings (IASC MHPSS RG, Kelompok Referensi Komite Tetap Antarlembaga untuk Dukungan Jiwa dan Psikososial dalam Kedaruratan). Naskah dan ilustrasi Kamu Pahlawanku ditulis oleh Helen Patuck, seorang penulis dan sekaligus ilustrator yang saat ini sedang menempuh MSc Politics of Conflict, Rights and Justice di SOAS, University of London.  Buku cerita ini dibuat berdasarkan survei ke orang tua, pengasuh, guru, dan anak-anak di 104 negara. Buku ini direkomendasikan untuk dibaca anak usia 9-12 tahun. BUku untuk versi Bahasa Indonesia dapat Ayah dan Bunda akses di sini. Gratis!

3. Apa yang Perlu Aku Tahu Tentang Virus Corona

Buku berjudul “Apa yang Perlu Aku Tahu Tentang Virus Corona” Ditulis oleh tim Pibo (2020). Direkomendasikan untuk anak usia 7-8 tahun. Bukunya tidak terlalu tebal, hanya 15 halaman.

Cover dan Beberapa Bagian Isi Buku ” Apa yang Perlu Aku Tahu Tentang Virus Corona”

Buku ini menjelaskan tentang cara penularan virus covid-19, cara mengurangi atau mencegah penularannya, serta ajakan kepada anak-anak untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada para petugas medis, guru, serta keluarga yang semuanya berjuang untuk melawan penyakit dan memberikan perlindungan.

Ebook dapat dibaca secara gratis melalui https://bacapibo.com/

4. Bukit Sinyal

Buku berjudul ‘Bukit Sinyal” ditulis oleh Reni Astuti, sedangkan ilustrator oleh Azkiya Karima. Direkomendasikan untuk anak usia 9-12 tahun. Berkisah tentang pengalaman gadis cilik saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau disebut juga Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring). Gadis itu bernama Gendis. Ia tinggal di desa yang berada di pelosok pegunungan Jawa Timur. Saat pandemi berlangsung, ia harus belajar daring dengan menggunakan gawai Ayah. Saat belajar daring, Gendis harus pergi ke bukit sebagai tempat satu-satunya yang menerima sinyal gawai dengan baik. Pada suatu hari Gendis harus pergi ke bukit, tetapi Ayah belum pulang juga. Bisakah akhirnya Gendis belajar daring, sementara hari beranjak malam?

READ ALSO:  Anak Malas Baca Buku? Yuk, Simak Tips untuk Memilih Buku Bacaan yang Tepat

Klik di sini untuk mengunduh ebook gratis! 🙂

Nah, itulah empat buku cerita yang kita rekomendasikan. Buku mana saja yang sudah dibaca oleh anak-anak, Ayah dan Bunda? Tetap semangat untuk mendampingi anak-anak dalam menjawab rasa ingin tahunya tentang pandemi covid-19.

Selamat membaca dan belajar. Semangat hidup sehat!

#cergam#cernak#pandemi#korona#bukurekomendasi#letsreadasia#pibo#kamupahlawanku#covid19