Amor Fati, Cintai takdirmu

Jika kamu cari buku self improvement yang ringan, saya rekomendasikan buku “Amor Fati” karya Rando Kim (Korea). Amor Fati berasal dari bahasa latin yang artinya “Cintai Takdirmu”. Amor fati ditulis setelah buku  “Time of Your Life”.

Secara khusus, Rando membuat buku ini buat anaknya.

Rando berharap  bukunya itu jadi ‘teman’ melewati masa transisi dari remaja menuju dewasa. Pesan tulus yang disampaikan untuk anaknya ini ternyata berhasil menjadi best seller di negaranya.

Ada banyak quotes yang bisa jadi selfreminder atau moodbooster.

Intinya sih, buat ngingetin diri sendiri tentang gimana caranya ‘mencintai’ takdir kita.

Saya ambilkan beberapa di antaranya yang bagus versi saya saya.

  1. ”Bila kita berpikir semua ini adalah kesalahan orang lain, tumpukan salju di atas payung pun akan terasa berat. Sebaliknya, bila kita berpikir bahwa ini adalah takdir kita, besi yang dipikul pun akan terasa ringan.”
  2. Pada akhirnya, yang menghadapi masalah kita bukan orang lain. Tapi diri kita sendiri. Karenanya kita akhirnya hanya harus menyadari itu adalah takdir kita, dan belajarlah mencintainya.
  3. “Amor fati. Cintai takdirmu. Bertahanlah. Semua pasti berlalu.”
  4. “Kita harus terbiasa bahwa (sebenarnya) tidak ada lampu merah di persimpangan terpenting dalam hidup.” – Hemingway
  5. “Manusia selalu berkata bahwa impian mereka musnah dengan adanya kegagalan. Namun, impian tidak pernah pergi. Diri kitalah yang selalu melarikan diri. Bukan kegagalan yang menjadi masalah, melainkan apa yang bisa dipelajari dari kegagalan itu. Sebuah kegagalan memang membawa sebuah rasa sakit, tetapi dari rasa sakit itu kita bisa berkembang. Lalu, perkembangan diri itu membawa kita lebih dekat kepada mimpi kita.
  6. “Jika tidak akan mencintainya, tinggalkan. Namun jika tidak akan meninggalkannya, maka cintailah.” Ini kata-kata untuk para pekerja yang bingung akan resign atau terus melanjutkan pekerjaannya.
  7.  “24 jam terbentang di hadapanmu setiap pagi, bukan untuk mencari uang, melainkan untuk hidup. Jangan kalah dengan rayuan untuk melarikan diri, jalani masa kini dengan penuh semangat, sebab bukan uang yang kamu investasikan, melainkan hidupmu sendiri.” – Thich Nhat Hanh
  8.  “Hanya karena merasa paling dekat, bukan berarti kita bisa bertingkah sesuka hati. Semakin kita yakin bahwa kita dekat dan semakin lama kita menghabiskan waktu bersama, semakin kita harus memperhatikan perasaan orang tersebut.” Hal ini berlaku tidak hanya untuk sahabat kita saja, tapi juga untuk keluarga kita. Karena ternyata-tidak hanya aku yang merasakan-bahwa kita lebih sering bersikap seenaknya pada orang tua dan saudara kita sedangkan pada orang yang tidak kita kenal kita jauh lebih santun.
  9. “Charlie Chaplin pernah berkata, ‘Dari jauh, hidup tampak seperti komedi, padahal jika dilihat dari dekat hidup adalah sebuah tragedi’. Di dunia ini, siapa yang tidak menderita? Begitulah, hidup ini adalah penderitaan bagi kita semua.
  10. Apakah kamu masih berpikir bahwa hanya kamu yang menderita? Jangan lupa, seluruh penduduk bumi ini juga hidup dengan pikiran seperti itu. Mungkin sulit dipercaya, tetapi di luar sana, ada seseorang yang juga sedang berpikiran sama dan iri terhadapmu. Semangat!”
  11.  “Kita beranggapan orang lain sedang mengamati kita, padahal sebenarnya kita sendirilah yang sedang melihat diri kita.”
  12. “Cobalah tengok laci di hatimu. Ada apa di dalamnya? Mimpi-mimpi yang ditumpuk dengan asas kapan-kapan itu, masihkah ada disana? Atau justru sudah membeku?
  13. Kini, keluarkan. Kibas debunya, beri air, nyalakan api, lalu hangatkan kembali mimpimu yang sudah teronggok itu.”
READ ALSO:  Ulasan Buku "Sebelum Umur 40" Karya John Afifi

Amor Fati – Cintai Takdirmu
Penulis : Rando Kim
Penerbit : Bhuana Ilmu Populer, April 2017, 305 halaman.
Rate : 4/5