CARA PENANGGULANGAN LIMBAH

A. Pengertian limbah
Limbah dimaknai sebagai sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan/proses produksi yang dilakukan baik rumah tangga, industri, pabrik, dan aktivitas lainnya. Karena berbentuk sisa bahan, maka keberadaan limbah seringkali mengganggu kenyamanan penduduk. Selain menyebabkan kotor dan bau, keberadaan limbah dapat mencemari lingkungan, mengesankan lingkungan yang jorok bahkan bisa menimbulkan penyakit. Disamping itu, limbah juga dianggap tidak memiliki nilai ekonomis, sehingga masyarakat seringkali membuang limbah begitu saja. Tidak menghendaki keberadaan limbah, tetapi tidak sadar setiap saat turut andil menghasilkan limbah.

limbah yang mencemari lingkungan

Keberadaan limbah bisa berdampak serius, khususnya jika dikaji sebagai akibat jangka panjangnya. Sebab, masyarakat jarang menaruh perhatian akan kedatangan limbah. Jika dibiarkan, pada masa mendatang mungkin limbah sangat sulit untuk ditanggulangi. Disamping itu, belum ada upaya serius untuk menangani keberadaan limbah.

Terdapat sebuah penelitian yang mengemukakan tentang bahayanya keberadaan limbah. Limbah yang terdapat pada septic tank, cubluk (balong), dan pembuangan sampah berdekatan dengan sumber air tanah, akan menyebabkan kualitas air menurun. Setidaknya, menurut sumber dari sebuah penelitian, dari 636 sampel, 285 titik sampel sumber air tanah telah tercemar bakteri coli. Secara kimiawi, 75 % dari smber tersebut tidak memenuh baku mutu air minum yang parameternya dinilai dari unsure nitrat, nitrit, besi, dan mangan.

BACA JUGA: CARA MUDAH MEMANFAATKAN SAMPAH PLASTIK

B. Bentuk-Bentuk Limbah

Sebagaimana pengertian yang telah dikemukakan di atas, pada dasarnya limbah adalah bahan sisa/buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi. Produksi yang dimaksud adalah berasal dari proses industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal dengan sampah).
Limbah bisa berbentuk cair, gas, dan padat. Limbah kadangkala mengandung bahan kimia yang sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberikan kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dsb. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Berikut ini adalah karakteristik limbah :
1. Karakteristik limbah
berukuran mikro ataupun makro
dinamis
berdampak luas ( penyebarannya )
berdampak generasi panjang ( antar generasi )
2. Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah
Volume limbah
kandungan bahan pencemar
Frekuensi pembuangan limbah
3. Berdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi 4 jenis:
limbah cair
limbah padat
limbah gas & partikel
limbah B3 ( Bahan Berbahaya dan Beracun )
Diantara berbagai limbah di atas, jenis limbah B3 adalah limbah yang bersifat beracun atau berbahaya. Suatu limbah digolongkan menjadi limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun tidak langsung dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau membahayakan kesehatan manusia. Bahan limbah yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan, sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan penanganan dan pengolahan khusus. Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila memiliki salah satu atau lebih karakteristik mudah meledak, mudah terbakar, besifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi, bersifat korosif , dll , yang bila diuji dengan toksikologi dapat diketahui termasuk limbah B3.
Sedangkan limbah beracun dapat digolongkan menjadi :
a. Limbah mudah meledak
b. limbah mudah terbakar
c. limbah reaktif ( menyebabkan kebakaran )
d. limbah yang menyebabkan infeksi karena mengandung kuman
e. limbah yang bersifat korosif ( menyebakan iritasi )

C. Limbah Rumah Tangga dan Pemanfaatannya

Selain limbah industri, pertambangan, dsb. Limbah rumah tangga memiliki kontribusi untuk merusak lingkungan. Limbah rumah tangga dapat berasal dari dapur , kamar mandi, limbah bekas rumah tangga, sampah serta kotoran manusia. Penempatan saluran drainase dan saluran limbah yang berdekatan dengan sumber mata air dapat merembes dan mengkontaminasi air. Sehingga mutu air tersebut menjadi tidak layak minum, serta jika tetap dikonsumsi akan menimbulkan penyakit berbahaya. Untuk itulah diperlukan penanganan serius terhadap limbah ini.

Limbah rumah tangga terdiri dari limbah organik dan anorganik. Limbah organik lebih mudah terurai oleh bakteri pengurai dan decomposer, sehingga penanganannya cukup mudah. Pemanfaatannya pun cukup banyak, diantaranya pemuatan kompos dari sisa kulit pisang, pembuatan eskrim dari ekstrak ikan, daur ulang kertas, dsb. Sedangkan limbah anorganik sangat susah untuk diuraikan seperti plastik membutuhkan waktu >100 tahun untuk terurai. Limbah anorganik mengandung senyawa-senyawa kimia berbahaya yang justru dapat member kehidupan bagi kuman-kuman penyebab disentri, tipus, koler, dll. Oleh karenanya jika tidak ditangani dengan serius, dapat mengganggu stabilitas ekosistem. Untuk itulah limbah ini harus di olah dengan berbagai cara. Misalnya dengan mendaur ulang plastik dan kaleng bekas. Dapat juga dengan cara kreaif dengan metode TGS untuk masyarakat yang ingin memperoleh nilai tambah ekonomis dari limbah.

0 Response to "CARA PENANGGULANGAN LIMBAH"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel