Mengapa Iklan Rokok harus mencantumkan gambar seram pada bungkusnya?

Chemistrikcks.com - Mengapa Iklan Rokok harus mencantumkan gambar seram pada bungkusnya?
Rokok telah diketahui secara luas memberikan dampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Namun iklan rokok yang dilakukan secara massif oleh produsen rokok telah mereduksi bahaya merokok menjadi kenikmatan yang luar biasa dan memberikan sensasi gagah, berani, gentleman dan lain-lain. Oleh sebab itu, iklan rokok diatur oleh pemerintah wajib mencantumkan gambar menyeramkan pada kemasan bungkus rokok supaya tidak dianggap angin lalu oleh masyarakat. Rokok dengan gambar seram atau Pictorial Health Warning (PHW) sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 109 tahun 2012 tentang pengamanan bahan yang mengandung zat adiktif berupa produk tembakau bagi kesehatan dan juga Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 28 tahun 2013 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109/2012 tentang Pengendalian Tembakau mewajibkan adanya peringatan bergambar pada setiap bungkus rokok. Industri rokok di Indonesia juga telah diwajibkan memuat gambar dampak merokok yang begitu menyeramkan bila dilihat dari gambar-gambar penyakit yang ditimbulkan oleh akibat merokok itu sendiri. Merk rokok di Indonesia juga telah mematuhi akan peraturan pemerintah terkait dengan hal ini. Ini juga isi dari PP tembakau yang telah disyahkan oleh Presiden SBY di Desember tahun 2012 yang lalu.

Upaya Pemerintah menyikapi besarnya tantangan dalam pengendalian dampak buruk kesehatan akibat konsumsi tembakau telah dilaksanakan sejak beberapa dasa warsa lalu. Untuk maksud tersebut, Pemerintah bersama masyarakat melakukan upaya advokasi, sosialisasi, dan penerbitan regulasi dan diperkuat dengan pelembagaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bagian dari upaya promotif-preventif dalam Pembangunan Kesehatan. Indikator keberhasilan PHBS mencakup tidak merokok di dalam rumah tangga, tempat kerja, dan di tempat-tempat umum.

Agung Laksono selaku Menko Kesra Indonesia menyatakan bahwa sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam PP No. 109/2012, besaran gambar peringatan bahaya merokok itu ini akan mengambil 40 persen dari bungkus rokok. Bagi yang secara sengaja tidak mencantumkan ketentuan tersebut, menurut Agung, akan dikenai sanksi lima tahun penjara atau denda Rp 500 juta.

Diharapkan, dengan pencantuman gambar peringatan yang lebih jelas ini, remaja dan perokok pemula bisa menghentikan kebiasaannya. Selain itu, menurut Menko Kesra, ketentuan ini diharapkan mengurangi jumlah perokok dan mencegah keinginan individu yang hendak merokok. []


0 Response to "Mengapa Iklan Rokok harus mencantumkan gambar seram pada bungkusnya?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel