Kimia Dasar: Pengertian Materi, Sifat Materi, dan Klasifikasi Zat Kimia

shares |

Pengertian materi dalam kimia adalah segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki masa. 

Setiap materi mempunyai salah satu sifat yang bisa dirasa, diraba, dicium, didengar, atau dilihat. Di dalam ilmu kimia, materi dibedakan menjadi beberapa klasifikasi berdasarkan perubahan dan sifatnya. 

Di alam semesta ini, materi mempunyai tiga wujud yang terdiri dari padat, cair, dan gas. 

chemistricks.com



10 contoh materi dalam kimia :

• Laba-laba
• Komputer
• Air
• Selada
• Tahu
• Tempe
• Udara
• Keyboard
• Gelas
• Pasir

Sifat Materi 

Setiap materi mempunyai karakteristik sendiri-sendiri yang membedakan satu sama lain. Karakteristik ini biasa dikenal sebagai sifat materi. Sifat materi dibedakan menjadi sifat fisika dan sifat kimia.

Sifat fisika adalah karakteristik suatu materi yang bisa diketahui secara langsung tanpa melalui perubahan menjadi zat baru. Sifat fisika dikelompokkan ke dalam dua bagian, yaitu sifat kuantitatif dan sifat kualitatif. 

Sifat kualitatif adalah sifat materi yang bisa di deskripsikan menggunakan kata-kata. Sementara itu, sifat kuantitatif adalah sifat yang hanya bisa di deskripsikan menggunakan angka dan pengukuran. 

Sifat kimia adalah karakteristik suatu materi yang hanya bisa diketahui sesudah mengubahnya menjadi bentuk zat baru.

Klasifikasi Zat Kimia

Setiap materi yang ada di dunia ini bisa diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yakni zat murni dan zat campuran.

Pengertian zat murni adalah suatu zat yang tidak bercampur dengan zat lain dan mempunyai komposisi tunggal. Zat murni juga biasa disebut sebagai zat tunggal.

Zat murni yang tersusun dari satu unsur kimia saja disebut sebagai unsur atau elemen kimia. 

Sedangkan zat murni hasil gabungan dari reaksi dua unsur maka dinamakan senyawa kimia.

Contoh senyawa kimia: Metana(CH4), Air(H2O), dan Propana(C3H8).

Contoh unsur kimia : Emas(Au), Tembaga(Cu),gas Nitrogen(N2), Hidrogen(H2), dan gas Helium(He).

Pengertian zat campuran adalah zat hasil kombinasi fisik diantara dua materi atau lebih. Misalnya saja tanah yang merupakan hasil campuran dari humus dedaunan, lumpur, dan pasir. 


Zat campuran yang bisa dipisahkan dengan mudah, disebut sebagai campuran heterogen. Sedangkan zat campuran yang sulit dipisahkan disebut campuran homogen. 


Related Posts

0 comment:

Post a Comment