PERANG KIMIA DAN PENGGUNAAN SENJATA KIMIA

shares |

Chemistricks.com - PERANG KIMIA DAN PENGGUNAAN SENJATA KIMIA

Perang kimia melibatkan penggunaan bahan-bahan beracun dari substansi-substansi kimia sebagai senjata kimia. Jenis perang ini berbeda dari perang nuklir dan perang biologi, yang secara bersama-sama disebut perang NBC, yaitu akronim militer untuk perang nuklir, biologi dan chemical/bahan kimia, semuanya dianggap "senjata pemusnah massal". Tidak ada satu pun dari senjata-senjata tersebut yang dikategorikan sebagai senjata konvensional yang biasanya efektif karena potensi destruktif mereka. Dengan peralatan, pelatihan dan tindakan dekontaminasi protektif, dampak-dampak utama senjata kimia dapat dikurangi. Beberapa negara mencekal bahan-bahan kimia yang dapat dijadikan senjata perang. Ancaman dan dugaan ancaman senjata kimia telah digunakan sebagai strategi untuk merencanakan tindakan dan tindakan balasan.

Pemakaian senjata kimia dilarang oleh adat hukum kemanusiaan internasional.


Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Penggunaan senjata kimia berbeda dengan senjata konvensional dan senjata nuklir karena efek merusak senjata kimia terutama bukan disebabkan daya ledaknya. Penggunaan organisme hidup (seperti antraks) juga bukan dianggap senjata kimia, melainkan senjata biologis. Menurut Konvensi Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention), yang dianggap sebagai senjata kimia adalah penggunaan produk toksik yang dihasilkan oleh organisme hidup (misalnya botulinum, risin, atau saksitoksin). Menurut konvensi ini pula, segala zat kimia beracun, tanpa memedulikan asalnya, dianggap sebagai senjata kimia, kecuali jika digunakan untuk tujuan yang tidak dilarang (suatu definisi hukum yang penting, yang dikenal sebagai Kriteria Penggunaan Umum, General Purpose Criteron).

Hukum kemanusiaan internasional, hukum humaniter internasional (HHI), yang sering kali juga disebut sebagai hukum konflik bersenjata (bahasa Inggris: international humanitarian law), adalah batang tubuh hukum yang mencakup Konvensi Jenewa dan Konvensi Den Haag beserta perjanjian-perjanjian, yurisprudensi, dan hukum kebiasaan internasional yang mengikutinya. HHI menetapkan perilaku dan tanggung jawab negara-negara yang berperang, negara-negara netral, dan individu-individu yang terlibat peperangan, yaitu terhadap satu sama lain dan terhadap orang-orang yang dilindungi, biasanya berarti orang sipil.

HHI adalah wajib bagi negara yang terikat oleh perjanjian-perjanjian yang relevan dalam hukum tersebut. Ada juga sejumlah aturan perang tak tertulis yang merupakan kebiasaan, yang banyak di antaranya dieksplorasi dalam Pengadilan Perang Nuremberg. Dalam pengertian yang diperluas, aturan-aturan tak tertulis ini juga menetapkan sejumlah hak permisif serta sejumlah larangan perilaku bagi negara-negara yang berperang bila mereka berurusan dengan pasukan yang tidak reguler atau dengan pihak non-penandatangan. Pelanggaran hukum kemanusiaan internasional disebut kejahatan perang.

Dalam hukum kemanusaan internasional, terdapat pemisahan antara konflik bersenjata internasional dan konflik bersenjata non-internasional. Pemisahan ini telah banyak dikritik.

Related Posts

0 comment:

Post a Comment