Cabang-Cabang Kimia Anorganik

shares |

Chemistricks.com - Cabang-Cabang Kimia Anorganik

Kimia anorganik mengkaji sifat-sifat dan reaksi senyawa anorganik. Perbedaan antara bidang organik dan anorganik tidaklah mutlak dan banyak terdapat tumpang tindih, khususnya dalam bidang kimia organologam. Kimiawan di bidang ini fokus pada unsur-unsur dan senyawa lain selain karbon atau hidrokarbon. Sederhananya, kimia anorganik meliputi semua bahan yang tidak organik dan disebut sebagai zat tak-hidup - senyawa yang tidak mengandung ikatan karbon-hidrogen (CH). Senyawa yang dipelajari oleh ahli kimia anorganik meliputi struktur kristal, mineral, logam, katalis, dan sebagian besar unsur pada tabel periodik. Contohnya adalah kekuatan balok daya yang digunakan untuk membawa berat tertentu atau menyelidiki bagaimana emas terbentuk di bumi. Cabang kimia anorganik meliputi:


  • Kimia bioanorganik (studi peran logam dalam biologi)
Seperti kebanyakan antibiotik, monensin-A adalah suatu ionofor yang secara kuat mengikat Na+(ditunjukkan dalam warna kuning)

Kimia bioanorganik adalah suatu bidang yang meneliti peran logam dalam biologi. Bioanorganik kimia meliputi studi baik dari fenomena alam seperti perilaku metaloprotein serta logam buatan yang diperkenalkan, termasuk mereka yang non-esensial, dalam bidang kedokteran dan toksikologi. Banyak proses biologis seperti respirasi bergantung pada molekul yang berada di dalam ranah kimia anorganik. Disiplin ini juga mencakup studi mengenai model anorganik atau mimics yang meniru perilaku metalloprotein.

Sebagai gabungan dari biokimia dan kimia anorganik, kimia bioanorganik penting dalam menjelaskan dampak dari transfer elektron protein, pengikatan substrat dan aktivasi, transfer kimia atom dan gugus serta sifat logam dalam kimia biologi.

  • Kimia koordinasi (studi senyawa koordinasi dan interaksi ligan)
Dalam ilmu kimia, kompleks atau senyawa koordinasi merujuk pada molekul atau entitas yang terbentuk dari penggabungan ligan dan ion logam. Dulunya, sebuah kompleks artinya asosiasi reversibel dari molekul, atom, atau ion melalui ikatan kimia yang lemah. Pengertian ini sekarang telah berubah. Beberapa kompleks logam terbentuk secara irreversibel, dan banyak di antara mereka yang memiliki ikatan yang cukup kuat
  • Geokimia (studi komposisi kimia bumi, batuan, mineral & atmosfer)
Geokimia adalah sains yang menggunakan prinsip dan teknologi bidang kimia untuk menganalisis dan menjelaskan mekanisme di balik sistem geologi seperti kerak bumi dan lautan yang berada di atasnya. Cakupan geokimia melebar hingga ke luar geo (bumi), melingkupi seluruh sistem pergerakan bebatuan di tata surya dan memiliki kontribusi penting dalam memahami proses di balik konveksi mantel, pembentukan planet, hingga asal muasal bebatuan seperti granit dan basal.

Beberapa subbidang dari geokimia adalah:

Geokimia isotop, melibatkan penentian konsentrasi relatif dan absolut dari suatu elemen kimia dan isotopnya di bumi dan permukaan bumi
Astrokimia meliputi analisis dan persebaran elemen dan isotopnya di alam semesta
Biogeokimia, bidang yang fokus pada studi efek kehidupan pada bahan-bahan kimia yang ada di bumi
Geokimia organik, mempelajari peran proses dan senyawa yang diturunkan dari atau sebelumnya merupakan, makhluk hidup
Geokimia perairan, mencakup studi peran berbagai elemen di dalam badan air, dan bagaimana mereka mengalami perubahan jumlah dan senyawa melalui proses yang melibatkan interaksi bumi-atmosfer-perairan.
Geokimia wilayah mencakup studi dan aplikasi geokimia di bidang lingkungan, hidrologi, dan eksplorasi mineral.

  • Teknologi anorganik (sintesis senyawa anorganik baru)
  • Kimia nuklir (studi bahan radioaktif)

Kimia nuklir atau kimia inti adalah cabang kimia yang mempelajari radioaktivitas, proses nuklir, dan sifat nuklir. Bidang ini dapat dibagi menjadi empat kategori:

Radiokimia; berhubungan dengan penggunaan radioaktivitas untuk mempelajari reaksi kimia biasa.
Aplikasi teknik-teknik kimia untuk mempelajari reaksi inti seperti fisi dan fusi.
Kimia isotop; mempelajari efek massa inti terhadap reaksi kimia dan sifat senyawa kimia.
Spektroskopi NMR (nuclear magnetic resonance) menggunakan putaran total inti pada suatu zat pada absorpsi energi dan digunakan untuk mengidentifikasi molekul.
Kimia yang berhubungan dengan segala bagian siklus bahan bakar nuklir (nuclear fuel cycle).

  • Kimia organologam (studi bahan kimia yang mengandung ikatan antara logam dan karbon – tumpangsuh dengan kimia organik)

Kimia organologam adalah studi mengenai senyawa kimia yang mengandung ikatan antara karbon dan logam.

Istilah "logam" dalam konteks ini diartikan secara luas mencakup unsur-unsur seperti silikon atau boron, yang sebenarnya bukan logam (metaloid. Kimia organologam menggabungkan aspek-aspek kimia anorganik dengan kimia organik.

Senyawaan organologam banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai katalis, misalnya pada pengolahan hasil minyak bumi dan produksi polimer organik.

  • Kimia padatan / kimia material (studi pembentukan, struktur, dan karakteristik material fasa padat)
Kimia padatan merupakan kajian tentang sintesis, struktur, dan sifat-sifat fisik material padat. Jadi, bidang ini mempunyai tumpang-tindih yang kuat dengan fisika padatan, mineralogi, kristalografi, keramik, metalurgi, termodinamika, ilmu material, dan elektronika dengan perhatian pada sintesis material baru dan karakterisasinya.
  • Kimia anorganik sintesis (studi sintesis bahan kimia)
  • Kimia anorganik industrial (studi material yang digunakan dalam industri. Contoh: pupuk)

Related Posts

0 comment:

Post a Comment