Peran Ilmu kimia dalam dunia kriminal

shares |

chemistricks.com - Peran Ilmu kimia dalam dunia kriminal

Dalam mengungkap suatu kasus kejahatan, dibutuhkan suatu ilmu bantu untuk memudahkan kepolisian mendapatkan bukti bukti kejahatan. Salah satu cabang ilmu yang memiliki peran tersebut adalah kimia forensik. Ilmu kimia forensik lazim disebut sebagai kimia kriminal.

Bagaimana peranannya dalam mengungkap kejahatan?

Seorang kimiawan forensik dapat membantu identifikasi material yang tidak diketahui yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Spesialis forensik dalam bidang ini memiliki sejumlah metode dan peralatan yang berbeda untuk membantu mengidentifikasi bahan yang belum diketahui. Metode spesifik umum untuk bidang ini mencakup kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC), kromatografi gas-spektrometri massa (GC-MS), spektroskopi serapan atom (AAS), spektroskopi inframerah transformasi Fourier (FTIR), dan kromatografi lapisan tipis. Rentang metode yang beragam menjadi penting karena sifat destruktif beberapa instrumen dan probabilitas jumlah zat yang tidak diketahui yang dapat ditemukan di TKP. Jika memungkinkan, metode nondestruktif harus selalu dicoba terlebih dahulu untuk mempertahankan barang bukti dan untuk menentukan protokol terbaik ketika digunakan metode destruktif.
Image result for investigation
ilustrasi

Bersama-sama dengan spesialis forensik lainnya, kimiawan forensik sering bersaksi di pengadilan sebagai saksi ahli terkait temuan mereka. Pekerjaan yang dilakukan oleh kimiawan forensik terikat pada seperangkat standar yang telah diatur oleh berbagai agen dan badan pengatur, termasuk Kelompok Kerja Analisis Obat Sitaan (bahasa Inggris: Working Group on the Analysis of Seized Drugs). Sebagai tambahan dalam prosedur operasi standar yang diajukan oleh kelompok kerja tersebut, agensi tertentu memiliki standar tersendiri terkait dengan jaminan mutu dan pengendalian mutu untuk hasil dan peralatan mereka. Untuk memastikan akurasi laporan mereka, kimiawan forensik secara rutin memeriksa dan memverifikasi kelayakan peralatan mereka sehingga beroperasi dengan baik dan tetap dapat mendeteksi serta menentukan beragam kuantitas dari bahan yang berbeda-beda.

Peran kimia forensi dalam investigasi

Penyelidikan kimiawan forensik dapat memberi arah kepada penyelidik untuk menggali lebih dalam, dan mereka dapat menguatkan atau menyangkal kecurigaan penyelidik. Dalam kasus ditemukan benda asing di tempat kejadian perkara (TKP), identifikasi benda tersebut dapat memberi tahu penyelidik apa yang dicari selama masa penyelidikan. Sebagai contoh, selama penyelidikan kebakaran, kimiawan forensik dapat menentukan jenis pemercepat kebakaran yang digunakan, apakah bensin or minyak tanah; jika benar, ini mengarah pada dugaan kebakaran disengaja.Kimiawan forensik dapat juga mempersempit daftar tersangka pada orang-orang yang memiliki akses pada benda yang digunakan dalam tindak kriminal. Misalnya, dalam investigasi bahan peledak, identifikasi RDX atau C-4 akan mengarah pada keterlibatan militer karena benda-benda ini adalah bahan peledak militer. Sebaliknya, identifikasi TNT akan membangun daftar tersangka yang lebih luas, karena ini digunakan baik oleh militer maupun perusahaan peledakan. Selama investigasi kasus keracunan, deteksi racun spesifik dapat member ide kepada detektif tentang apa yang mereka cari ketika mewawancarai tersangka potensial. Misalnya, kasus kematian karena risin (ricin) akan mengarahkan penyelidik untuk mencari prekursor risin, benih tanaman jarak, sementara kematian akibat striknina (strychnine) akan mengarahkan penyelidik untuk mencari pohon striknina atau pembelian benih secara online.

Kimiawan forensik juga membantu menguatkan atau menyanggah kecurigaan penyelidik dalam kasus narkoba atau alkohol. Oleh karena peralatan yang digunakan oleh kimiawan forensik dapat mendeteksi benda hingga kadar yang sangat rendah, kuantitas benda tersebut menjadi relevan pada penyelidikan. Ini dapat menjadi penting dalam tindak kriminal seperti mengemudi di bawah pengaruh karena ada batasan kandungan alkohol darah untuk menentukan atau memperberat hukuman. Dalam kasus overdosis, kuantitas obat yang ditemukan dalam sistem seseorang dapat menguatkan atau menyanggah kecurigaan overdosis sebagai penyebab kematian. []

Related Posts

0 comment:

Post a Comment