Mengenal dasar geokimia

shares |

Chemistricks.com - Mengenal dasar geokimia

Geokimia merupakan salah satu cabang disiplin ilmu kimia anorganik. Dalam kelompok kimia anorganik, terdapat beberapa cabang antara lain; Kimia bioanorganik (studi peran logam dalam biologi); Kimia koordinasi (studi senyawa koordinasi dan interaksi ligan); Geokimia (studi komposisi kimia bumi, batuan, mineral & atmosfer); Teknologi anorganik (sintesis senyawa anorganik baru)
Kimia nuklir (studi bahan radioaktif); Kimia organologam (studi bahan kimia yang mengandung ikatan antara logam dan karbon – tumpangsuh dengan kimia organik); Kimia padatan / kimia material (studi pembentukan, struktur, dan karakteristik material fasa padat); Kimia anorganik sintesis (studi sintesis bahan kimia); dan Kimia anorganik industrial.
Hasil gambar untuk "geokimia"
ilustrasi: sumber lokalmediadotcom

Adapun geokimia yang akan dibahas dalam artikel ini merupakan dasar tentang geokimia.
Geokimia adalah sains yang menggunakan prinsip dan teknologi bidang kimia untuk menganalisis dan menjelaskan mekanisme di balik sistem geologi seperti kerak bumi dan lautan yang berada di atasnya. Cakupan geokimia melebar hingga ke luar geo (bumi), melingkupi seluruh sistem pergerakan bebatuan di tata surya  dan memiliki kontribusi penting dalam memahami proses di balik konveksi mantel, pembentukan planet, hingga asal muasal bebatuan seperti granit dan basal.

Beberapa subbidang dari geokimia adalah:


  • Geokimia isotop, melibatkan penentian konsentrasi relatif dan absolut dari suatu elemen kimia dan isotopnya di bumi dan permukaan bumi
  • Astrokimia meliputi analisis dan persebaran elemen dan isotopnya di alam semesta
  • Biogeokimia, bidang yang fokus pada studi efek kehidupan pada bahan-bahan kimia yang ada di bumi
  • Geokimia organik, mempelajari peran proses dan senyawa yang diturunkan dari atau sebelumnya merupakan, makhluk hidup
  • Geokimia perairan, mencakup studi peran berbagai elemen di dalam badan air, dan bagaimana mereka mengalami perubahan jumlah dan senyawa melalui proses yang melibatkan interaksi bumi-atmosfer-perairan.
  • Geokimia wilayah mencakup studi dan aplikasi geokimia di bidang lingkungan, hidrologi, dan eksplorasi mineral.
Adapun website http://samuderabenua.blogspot.co.id/2010/12/geokimia-itu-apa-sih.html mengulas tentang geokimia sebagai berikut:


Geokimia adalah ilmu yang mempelajari kandungan unsur dan isotop dalam lapisan bumi, terutama yang berhubungan dengan kelimpahan (abundant), penyebaran serta hukum-hukum yang mengontrolnya.

Dari dasar ini berkembang beberapa cabang ilmu geokimia di antaranya yaitu geokimia panasbumi, geokimia mineral, geokimia petroleum dan geokimia lingkungan. Pada pembahasan selanjutnya penulis akan lebih banyak membicarakan tentang geokimia mineral, khususnya pada sedimentologi.
              
Lahirnya geokimia sebagai cabang ilmu geologi baru menyebabkan munculnya metoda dan data observasi baru mengenai berbagai hal yang banyak menarik perhatian para ahli sedimentologi. Sebagian besar penelitian geokimia pada mulanya diarahkan pada penelitian kuantitatif untuk mengetahui penyebaran unsur-unsur kimia di alam, termasuk penyebarannya dalam batuan sedimen.

Lambat laun data tersebut menuntun para ahli untuk memahami apa yang disebut sebagai siklus geokimia (geochemical cycle) serta penemuan hukum-hukum yang mengontrol penyebaran unsur dan proses-proses yang menyebabkan timbulnya pola penyebaran unsur seperti itu.

demikian pembahasan tentang dasar geokimia semoga bermanfaat bagi para pembaca. []






Related Posts

0 comment:

Post a Comment