Mengapa Perokok Pasif justru lebih berbahaya dari perokok aktif?

shares |

Chemistricks.com - 
Perokok pasif dalam mobil atau bar, berisiko menderita perubahan fisiologis dan gangguan pernafasan.
Hal ini terungkap dari hasil penelitian ilmiah yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan dokter-dokter ahli pernafasan (CHEST 2012) yang diselenggarakan oleh American College of Chest Physicians baru-baru ini.
Penelitian ini menyebutkan, dampak negatif asap rokok dalam mobil atau bar dirasakan dalam jangka waktu yang pendek yaitu selama 20 menit pertama.

“Bar atau mobil adalah tempat yang paling banyak tercemar asap rokok. Di tempat ini, para perokok pasif dipaksa menghirup polusi langsung dalam jumlah yang ekstrem dalam paru-paru mereka,” ujar Panagiotis Behrakis, peneliti dari University of Athens, Yunani.
Guna membuktikan bahaya dari asap rokok ini, Dr. Behrakis dan rekan-rekannya dari University of Athens, Hellenic Cancer Society di Yunani dan Harvard School of Public Health, meminta 15 partisipan yang sehat untuk masuk dalam ruang tertutup yang dipenuhi oleh asap – untuk mensimulasikan kondisi bar dan mobil – selama 20 menit.
Para peneliti lalu mengukur intensitas pernafasan para partisipan dan gerakan alat-alat pernafasan mereka saat mereka menyesuaikan diri dengan kondisi ruangan.
Hasilnya, saluran nafas partisipan langsung bereaksi saat terpapar asap tebal yang memicu perubahan fisiologis terutama saat saluran nafas menolak masuknya udara yang tercemar asap rokok.
Menurut para peneliti, walau kerugian yang diderita perokok pasif tidak sebesar perokok aktif, menurut Dr. Behrakis, isu perokok pasif ini harus menjadi isu kesehatan global.
“Perokok pasif – baik itu anak-anak maupun pekerja – adalah korban kekejaman (violence) yang paling banyak dipraktikkan di dunia. Kekejaman ini seharusnya masuk dalam pelanggaran HAM,” ujar Dr. Behrakis.
“Penelitian telah membuktikan dampak negatif rokok pada perokok pasif dalam jangka pendek maupun panjang, terutama pada anak-anak,” ujar Darcy D. Marciniuk, Presiden ACCP.
“Walau sejumlah negara sudah melarang aktivitas merokok di restoran, bar dan tempat-tempat umum lain, masih banyak wilayah yang harus memahami bahaya rokok bagi para perokok pasif dan menerapkan kebijakan serupa,” tambahnya lagi.[]

Related Posts

0 comment:

Post a Comment