Komposisi unsur dalam pupuk

shares |

Chemistricks.com - Komposisi unsur dalam pupuk


Indonesia merupakan negara agraris. Mata pencaharian sebagian penduduknya adalah bertani. Pupuk merupakan salah satu material yang penting bagi petani untuk mengolah lahan pertaniannya. Pemupukan dilakukan sebagai upaya memperbaiki komposisi unsur-unsur yang terkandung dalam tanah, agar tanaman dapat memenuhi kebutuhannya untuk tumbuh secara baik. Unsur-unsur penting yang dibutuhkan tumbuhan, antara lain N,P,K,C,S,Ca dan Mg yang merupakan unsur makro. Unsur C, H, dan O merupakan unsur makro, tetapi tidak pernah dipermasalahkan karena tersedia cukup banyak di udara. Jumlah unsur S, Ca, dan Mg tersedia cukup dalam tanah. Hal itu disebabkan jumlah kebutuhannya relatif kecil dan peranannya bagi tumbuhan tidak teramat penting. Unsur dengan peranan terbesar bagi tumbuhan adalah N,P dan K.
Gambar 1. Pemupukan
                 Nitrogen merupakan elemen penting dalam pembuatan protein, lemak dan senyawa organik lainnya. Penambahan unsur N dengan pupuk nitrogen berguna untuk merangsang pertumbuhan batang, cabang dan daun pada tumbuhan. Fosfor diperlukan untuk pertumbuhan akar, membantu proses pernapasan, dan mempercepat terbentuknya bunga serta peranuman biji. Unsur kalium diperlukan pada proses pembentukan atau sintesis karbohidrat dan protein pada tumbuhan serta memperkokoh tubuh tanaman agar bunga dan buah tidak berguguran. Ada dua jenis pupuk berdasarkan proses terbentuknya, yaitu pupuk organik (alami) dan pupuk buatan (sintetis). Pupuk organik berasal dari sisa-sisa tumbuhan atau binatang yang melalui proses biokimiawi oleh mikroorganisme. Sisa-sisa tersebut diuraikan menjadi senyawa-senyawa yang mengandung unsur-unsur penyusun pupuk. Contoh pupuk alami antara lain pupuk kandang, pupuk hijau, humus dan komposit.
                 Pupuk buatan digunakan karena kebutuhan pupuk sangat besar. Pupuk ini dibuat melalui reaksi kimia dalam proses industri pupuk. Pupuk buatan mengandung senyawa-senyawa kimia yang tersusun atas unsur-unsur utama yang diperlukan tumbuhan, yaitu N,P,K.
Contoh:
a.    Pupuk nitrogen: urea CO(NH2)2 mengandung 45-56% N, ZA (Ammonium sulfat) dengan kadar N = 20—21%.
b.    Pupuk fosfor: pupuk Enkel Superfosfat (ES), Ca(H2PO4)2.2H2O + CaSO4.2H2O dengan kandungan fosfor 18-20 %. Dobel superfosfat (DS) dengan rumus Ca(H2PO4)2 mengandung 38-40% fosfor. TSP (Tripel superfosfat) dengan rumus Ca(H2PO4)2 mengandung 48-54% P.
c.    Pupuk kalium: KCl
Ketiga jenis pupuk buatan di atas merupakan pupuk tunggal. Jika di dalam pupuk mengandung dua atau lebih unsur-unsur tersebut dinamakan pupuk majemuk. Pupuk NPK mengandung ketiga unsur N,P,K. Pupuk majemuk lainnya adalah pupuk NP, pupuk NK, dan pupuk KP.

KANDUNGAN UNSUR HARA PADA PUPUK DAN MANFAATNYA BAGI TANAMAN


1.        Pupuk Urea
[(CO (NH2)2] Urea merupakan pupuk buatan hasil persenyawaan NH4 (ammonia) dengan CO2. Bahan dasarnya biasanya berupa gas alam dan merupakan ikatan hasil tambang minyak bumi. Kandungan N total berkisar antara 45-46 %. Dalam proses pembuatan Urea sering terbentuk senyawa biuret yang merupakan racun bagi tanaman kalau terdapat dalam jumlah yang banyak. Agar tidak mengganggu kadar biuret dalam Urea harus kurang 1,5-2,0 %. Kandungan N yang tinggi pada Urea sangat dibutuhkan pada pertumbuhan awal tanaman. (Ruskandi, 1996).
Gambar 2. Pupuk Urea

2.        Pupuk SP 36 (Superphospat 36)
SP 36 merupakan pupuk fosfat yang berasal dari batuan fosfat yang ditambang. Kandungan unsur haranya dalam bentuk P2O5 SP 36 adalah 46 % yang lebih rendah dari TSP yaitu 36 %. Dalam air jika ditambahkan dengan ammonium sulfat akan menaikkan serapan fosfat oleh tanaman. Namun kekurangannya dapat mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, lamban pemasakan dan produksi tanaman rendah. (Hakim, dkk, 1986).
Gambar 3. Pupuk SP 36
3.        Pupuk NPK (Nitrogen Phospate Kalium)
Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk yang mengandung unsur hara utama lebih dari dua jenis. Dengan kandungan unsur hara Nitrogen 15 % dalam bentuk NH3, fosfor 15 % dalam bentuk P2O5, dan kalium 15 % dalam bentuk K2O. Sifat Nitrogen (pembawa nitrogen ) terutama dalam bentuk amoniak akan menambah keasaman tanah yang dapat menunjang pertumbuhan tanaman.(Hardjowigeno, 1992).
Gambar 4. Pupuk NPK
4.        Pupuk KCl (Kalium Klorida)
Pembuatan pupuk KCl melalui proses ekstraksi bahan baku (deposit K) yang kemudian diteruskan dengan pemisahan bahan melalui penyulingan untuk menghasilkan pupuk KCl. Kalium klorida (KCl) merupakan salah satu jenis pupuk kalium yang juga termasuk pupuk tunggal. Kalium satu-satunya kation monovalen yang esensial bagi tanaman. Peran utama kalium ialah sebagai aktivator berbagai enzim. Kandungan utama dari endapan tambang kalsium adalah KCl dan sedikit K2SO4. Hal ini disebabkan karena umumnya tercampur dengan bahan lain seperti kotoran, pupuk ini harus dimurnikan terlebih dahulu. Hasil pemurniannya mengandung K2O sampai 60 %. Pupuk Kalium (KCl) berfungsi mengurangi efek negative dari pupuk N, memperkuat batang tanaman, serta meningkatkan pembentukan hijau dan dan dan karbohidrat pada buah dan ketahanan tanaman terhadap penyakit. Kekurangan hara kalium menyebabkan tanaman kerdil, lemah (tidak tegak, proses pengangkutan hara pernafasan dan fotosintesis terganggu yang pada akhirnya mengurangi produksi. Kelebihan kalium dapat menyebabkan daun cepat menua sebagai akibat kadar Magnesium daun dapat menurun. Kadang-kadang menjadi tingkat terendah sehingga aktivitas fotosintesa terganggu.
Gambar 5. Pupuk KCl

5.        Pupuk Kompos
Kandungan pupuk kompos adalah bahan organik yang mencapai 18 % bahkan ada yang mencapai 59 %. Unsur lain yang dikandung oleh kompos adalah nitrogen, fosfor, kalsium, kalium dan magnesium. Manfaat bokhasi pada lahan pertanian yaitu: mampu menggantikan dan mengefektifkan penggunaan pupuk kimia (anorganik) sehingga biaya pembelian pupuk dapat ditekan, bebas dari biji tanaman liar (gulma), tidak berbau dan mudah digunakan dan memperbaiki derajat keasaman tanah, selain itu sangat berguna untuk menyuburkan tanaman.
Gambar 6. Pupuk kompos

  MENGHITUNG PERSEN KOMPOSISI SUATU UNSUR DALAM SENYAWA
Persen komposisi menyatakan persentase setiap unsur yang menyusun  suatu senyawa. Persentase komposisi dapat dihitung dari rumus senyawa dan massa atom relatif unsur-unsur penyusun senyawa.
                     Jumlah atom  x   massa atom relatif
% unsur  =                                                                 x   100 %
                                   massa molekul relatif

     Contoh Soal:
     Hitunglah persentase nitrogen pada pupuk urea CO(NH2)2
 (Ar H = 1; N =14; C = 12; O = 16)
     Jawab:
     % N =  2 x 14  x 100%
                    60
             =   46,67 %

Related Posts

0 comment:

Post a Comment