Pembentukan, komposisi, dan pemanfaatan minyak bumi

shares |

Chemistricks.com - Pembentukan, komposisi, dan pemanfaatan minyak bumi

1.    Pembentukan Minyak Bumi, Gas Alam, dan Batu Bara
Sumber energi yang banyak digunakan untuk memasak, kendaraan bermotor, dan industri, berasal dari minyak bumi, gas alam, dam batu bara. Ketiga jenis bahan bakar tersebut berasal dari pelapukan sisa-sisa organisme sehingga disebut bahan bakar fosil. Sisa-sisa organisme itu mengendap di dasar lautan, kemudian tertutup oleh lumpur. Lapisan lumpur tersebut lambat laun berubah menjadi batuan karena pengaruh tekanan lapisan di atasnya. Sementara itu, dengan meningkatnya tekanan dan suhu, bakteri anaerob menguraikan sisa-sisa jasad renik itu dan mengubahnya menjadi minyak dan gas. Proses pembentukan minyak dan gas ini memakan waktu jutaan tahun. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor karena letaknya berada sekita 3 – 4 km di bawah permukaan laut.
Adapun batu bara dipercaya berasal dari pohon-pohon dan pakis yang terkubur sekitar 3 juta tahun yang lalu, mungkin karena gempa bumi atau letusan gunung berapi.

2.    Komposisi Gas Alam, Minyak bumi, dan Batu Bara
Gas alam terdiri dari alkana suku rendah, yaitu metana, etana, propana, dan butana, dengan metana sebagai komponen utamanya. Selain alkana, juga terdapat berbagai gas lain, seperti karbon dioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). Beberapa sumur gas juga mengandung helium. Etana dalam gas alam biasanya dipisahkan untuk keperluan industri. Propana dan butana juga dipisahkan, kemudian dicairkan. Cairan yang diperoleh dikenal dengan LPG. Metana terutama digunakan sebagai bahan bakar, sumber hidrogen, dan untuk pembuatan metanol.
Minyak bumi adalah campuran kompleks yang sebagian besar terdiri atas hidrokarbon. Hidrokarbon yang terkandung dalam minyak bumi terutama adalah alkana, kemudian sikloalkana. Komponen lainnya adalah hidrokarbon aromatik, sedikit alkena, dan berbagai senyawa karbon yang mengandung oksigen, nitrogen, dan belerang. Komposisi minyak bumi sangan bervariasi dari satu sumur ke sumur lainnya dan dari daerah satu ke daerah lain.
Batu bara mengandung hidrokarbon suku tinggi. Selain itu, batu bara juga mengandung senyawa belerang.

3.    Pengolahan Minyak Bumi
Minyak bumi biasanya berada 3-4 km di bawah permukaan. Minyak bumi diperoleh dengan membuat sumur bor. Minyak mentah yang diperoleh ditampung dalam kapal kemudian dialirkan melalui pipa ke stasiun tangki atau ke kilang minyak.
Minyak mentah (crude oil) berbentuk cairan kental hitam. Minyak ini harus diolah lebih dahulu sebelum digunakan. Minyak mentah mengandung sekitar 500 jenis hidrokarbon dengan jumlah atom C-1 hingga 50. Titik didih hidrokarbon meningkat seiring dengan bertambahnya atom C. Oleh karena itu, pengolahan (pemurnian=refining) minyak bumi dilakukan melalui distilasi bertingkat, dimana minyak mentah dipisahkan ke dalam kelompok-kelompok (fraksi) dengan rentang titik didih tertentu.
Pengolahan dimulai dengan pemanasan padaa suhu 400oC, kemudian dialirkan ke dalam menara fraksionasi dimana akan terjadi pemisahan berdasarkan titik didih. Komponen yang titik didihnya lebih tinggi akan tetap berupa cairan dan turun ke bawah, sedangakan yang titik didihnya lebih rendah akan menguap ke atas. Sementara itu, semakin naik ke atas, suhu semakin rendah, sehingga tiap kali komponen dengan titik didih lebih tinggi naik, akan mengembun dan terpisah, sedangkan komponen yang titik didihnya lebih rendah akan terus naik. Komponen yang berupa gas itu disebut gas petroleum. Melalui kompresi ddan pendinginan, gas petroleum dicairkan sehingga diperoleh LPG (Liquified Petroleum Gas)
Tabel 3 Fraksi hidrokarbon hasil penyulingan minyak bumi
No
Fraksi
Ukuran
molekul
Titik didih (0C)
kegunaan
1.      
Gas
C1-C5

-160-30

Bahan bakar (LPG), sumber hidrogen
2.      
Petroleum eter
C5-C7

30-90

Pelarut pada laundry
3.      
Bensin (gasoline)
C5-C12

30-200

Bahan bakar motor
4.      
Kerosin, minyak diesel/solar

C12-C16

350 ke atas

Bahan bakar mesin diesel, bahan bakar industri, untuk cracking

5.      
Minyak pelumas

C16 ke atas

350 ke atas

pelumas

6.      
Paraffin

C20 ke atas

Merupakan zat padat denga titik cair rendah


lilin dan lain-lain
bahan bakar


7.      
Aspal
C25 ke atas
residu
untuk pelapis jalan raya
4.    Nafta
Fraksi ringan dari minyak bumi C5-C12 sering difraksionasi lagi menjadi fraksi-fraksi yang lebih sempit. Salah satunya adalah nafta yang mengandung C6-C10. nafta merupakan bahan baku berbagai industri, seperti plastik, serat sintesis, nilon, karet sintesis, pestisida, detergen, obat-obatan, kosmetik, dan sebagai pelarut.
5.    Gas alam
Gas alam dihasilkan dari sumur bor. Untuk mempermudak transportasi, gas alam dicairkan, yang disebut LNG (Liquefied Natural Gas). Gas alam digunakan sebagai bahan bakar, baik sebagai bahan bakar industri, bahan bakar rumah tangga, maupun pemanas ruangan waktu musim dingin. Selain itu, gas alam juga berfungsi sebagai sumber hidrogen dan sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis industri.

Related Posts

0 comment:

Post a Comment