Bagaimana mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada mapel Kimia?

shares |

Chemistricks.com - Bagaimana mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada mapel Kimia?

oleh Siti Rondiyah, S.Pd 


Berikut merupakan sebuah ringkasan tentang bagaimana cara mengimplementasikan kurikulum 2013 pada mapel kimia yang meliputi :

1.      Mencermati SKL [Standar Kompetensi Lulusan] à sumber : Permendikbud no. 54 tahun 2013.
2.      Mencermati KI-KD
3.      Merancang RME, Prota dan Promes.
4.      Mengembangkan silabus.
5.      Pemetaan KI-KD
6.      Merancang RPP
7.      Merancang indikator yang baik
8.      Mempelajari KKO [Kata Kerja Operasional]
9.      Merancang KKM
10.   Mengisi Lembar penilaian kompetensi sikap :
a)   Lembar penilaian sikap dengan observasi
b)   Lembar Rekap penilaian sikap dengan observasi
c)   Lembar penilaian sikap dengan Penilaian diri
d)   Lembar penilaian sikap dengan Penilaian sejawat
e)   Jurnal harian
11.   Mengisi Lembar penilaian kompetensi keterampilan : praktik, presentasi, proyek, portofolio.
12.   Mengisi Lembar penilaian kompetensi pengetahuan :
a)   Nilai Harian
b)   Nilai Tengah Semester à KHS
c)   Nilai Akhir Semester à Buku Rapor
13.   Analisis Ulangan Harian, UTS, UAS
14.   Lembar Aktivitas Siswa/Lembar Aktivitas Belajar
15.   Daftar Tatap Muka
16.   Data Perwalian [Data Wali Kelas]





17.           
MENYUSUN RPP

Beberapa pertanyaan yang dapat memandu proses penyusunan RPP

1.    Apa saja kata kunci yang harus dipahami pada kurikulum 2013 ?
1)      Kompetensi minimum
2)      Kompetensi Pengetahuan [KI 3]
3)      Kompetensi Keterampilan [KI 4]
4)      Kompetensi Sikap [KI 1 dan 2 : Sikap spiritual dan socsial]
5)      Pembelajaran langsung [direct teaching]
6)      Pembelajaran tidak langsung [indirect teaching]

2.   Apakah perbedaan proses pembelajaran langsung dan pembelajaran tidak langsung?
Jawab :
Kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung.

Hal yang membedakan
Pembelajaran langsung
Pembelajaran tidak langsung
Jenis rancangan kegiatan pembelajaran
proses pendidikan di mana peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan psikomotorik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP berupa kegiatan-kegiatan pembelajaran.
proses pendidikan yang terjadi selama proses pembelajaran langsung tetapi tidak dirancang dalam kegiatan khusus.

Bentuk Kegiatan belajar
peserta didik melakukan kegiatan belajar mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi atau menganalisis, dan mengkomunikasikan apa yang sudah ditemukannya dalam kegiatan analisis.
berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap. Berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran tertentu, pengembangan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat.

Produk Hasil belajar
menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung atau yang disebut dengan instructional effect.

Sikap spiritual dan sosial

3.   Tahapan apa saja yang harus dilakukan untuk menyusun RPP ?
Jawab : [sumber : Permendikbud 81A]

No
Tahapan
Rincian
Keterangan
1.     
Menyusun pemetaan KI-KD à maple sejarah Indonesia, Pend. Agama, PKn, Bahasa, dsb.

Tujuan : mengkombinasikan antara KD pada KI 1 dan KI 2 yang sesuai untuk KD pada KI 3 dan KI 4
Gunakan permendikbud no. 70
2.     
Merumuskan indikator

*      Untuk SATU KD pada KI 3 dan KI 4 dijabarkan menjadi minimal DUA indikator.
*      KI 1 dan KI 2 tidak perlu menuliskan indicator karena KI-1 dan KI-2 tidak diajarkan langsung, tetapi dikembangkan melalui indirect teaching[pembelajaran tidak langsung] pada setiap kegiatan pembelajaran.

*      Sesuaikan dengan buku guru dan buku siswa atau sumber pembelajaran yang relevan
*       

3.     
Memperkaya materi dan sumber pembelajaran [buat menjadi lebih kontekstual, up to date, dan relevan].
Cara : Guru dan siswa lebih aktif mengakses sumber pembelajaran agar bervariasi. Misal : download dari youtube.

4.     
Merancang teknik dan metode penilaian
*     KI 3 dan KI 4 : Metode tes.
*     KI 1 : metode nontes [dengan teknik observasi, penilaian diri siswa, penilaian sejawat, jurnal harian guru]
*     KI 2 : metode nontes [dengan teknik observasi/pengamatan; penilaian praktik, portofolio,presentasi, tugas proyek]
*     Metode tes dipilih jika respons yang dikumpulkan dapat dikategorikan benar atau salah.
*     Metode nontes dipilih jika respons yang dikumpulkan tidak dapat dikategorikan benar atau salah digunakan metode nontes


4.   Apa saja jenis METODE penilaian ?
Jawab : Ada 2 : metode tes dan nontes

5.   Apakah hubungan KI dan KD-KD?
Jawab : Perlu diingat, bahwa KD-KD diorganisasikan ke dalam empat KI.
*      KI-1 berkaitan dengan sikap diri terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
*      KI-2 berkaitan dengan karakter diri dan sikap sosial.
*      KI-3 berisi KD tentang pengetahuan terhadap materi ajar,
*      sedangkan KI-4 berisi KD tentang penyajian pengetahuan.
*      KI-1, KI-2, dan KI-4 harus dikembangkan dan ditumbuhkan [ditumbuh kembangkan] melalui proses pembelajaran setiap materi pokok yang tercantum dalam KI-3, untuk semua mata pelajaran.
*      KI-1 dan KI-2 tidak diajarkan langsung, tetapi indirect teaching pada setiap kegiatan pembelajaran.

6.   Apa saja contoh aktivitas siswa yang termasuk mengamati, menanyakan,mengumpulkan informasi, mengasosiasi/menganalisis, dan mengomunikasikan ?
Jawab :
Tabel 1: Keterkaitan  antara  Langkah  Pembelajaran  dengan  Kegiatan Belajar dan Maknanya.

LANGKAH PEMBELAJARAN
KEGIATAN BELAJAR
KOMPETENSI YANG DIKEMBANGKAN
Mengamati
*    Membaca,
*    mendengar,
*    menyimak,
*    melihat (tanpa atau dengan alat)
Melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi
Menanya










Mengajukan pertanyaan :
*    tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati
*    pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati(dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik)
Mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat
Mengumpulkan informasi/ eksperimen
*    melakukan eksperimen
*    membaca sumber lain selain buku teks
*    mengamati objek/
kejadian/aktivitas
*    wawancara dengan nara sumber
Mengembangkan sikap teliti, jujur,sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Mengasosiasikan/
mengolah informasi
*    mengolah informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan
*    mengumpulkan/eksperi men mau pun hasil dari kegiatan mengamati
dan kegiatan mengumpulkan informasi.
*    Pengolahan informasi yang dikumpulkan dari yang bersifat menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yangberbeda sampai kepada yang bertentangan
Mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin,  taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif
dalam menyimpulkan .
Mengomunikasikan
Menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya
Mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

7.   Pedoman apakah yang digunakan untuk menentukan jumlah RPP yang dibuat ?
Jawab : jumlah KD. SATU RPP dirancang untuk SATU KD.

8.   Berapa banyak ulangan harian dilakukan? [Permendikbud no.66 th. 2013]
Jawab : menyesuaikan alokasi waktu yang tersedia. Jika alokasi waktu memungkinkan, maka : SATU KD = Satu Kali Ulangan Harian


Related Posts

0 comment:

Post a Comment