Mengenal hama tanaman padi

shares |

Chemistricks.com - Mengenal hama tanaman padi
Sektor agraris pernah mengalami kejayaan pada masa pemerintahan Orde Baru dimana saat itu bangsa Indonesia mencapai swasembada beras nasional. Tentu saja hal tersebut merupakan sebuah prestasi pemerintah pada saat itu. Salah satu kiat sukses dalam mencapai swasembada beras adalah hama tanaman padi yang dapat diatasi dengan baik. Oleh sebab itu, dalam posting kali ini akan dipaparkan salah satu hama tanaman padi, yaitu wereng dan cara penanggulangannya.
Mengapa wereng harus kita kenali dan kita upayakan untuk ditanggulangi? Hal ini dikarenakan wereng merupakan salah satu hama yang cukup serius. Masih ingat lagunya Bang Iwan tentang hama wereng yang pernah menjadi bencana nasional? berikut cuplikan liriknya yang ditulis dengan cukup renyah namun menyedihkan.
Potret Panen Mimpi (Wereng)
Panen tiba petani desa
Memetik harapan
Bocah bocah  berlari lincah
Dipematang sawah

Padi menguning lambai menjuntai

Ramai dituai
Riuh berlagu lesung bertalu
Irama merdu

Senja datang mereka pulang

Membawa harapan
Pesta pora hama dilumbung
Nyanyikan tralala

Balai reot bambu rapuh

Menyambut tubuh
Penat raga
Sarat peluh luruh

Mata belum sempat pejam

Terbayang cemas
Gaung hama
Semakin mengganas 


Hama Wereng
Hama wereng ada beberapa macam diantaranya yaitu wereng coklat, wereng hijau dan wereng loreng. Wereng coklat dalam bahasa latin disebut nilaparvata lugens. Sedangkan wereng hijau dalam bahasa latin di sebut Nephotettix virescens (Distant). wereng loreng dalam bahasa latin di sebut Recilia dorsalis. Binatang ini sangat betah hidup di daerah yang lembab dan bersuhu sekitar 200c -300c, mempunyai siklus hidup antara 3-4 minggu yang dimulai dari telur (selama 7-10 hari), Nimfa (8-17 hari) dan Imago (18-28 hari). Serangga wereng dewasa berukuran panjang 0,1-0,4 cm. wereng dewasa bersayap panjang dapat menyebar sampai beratus kilometer. Hama wereng ini menyerang padi mulai dari persemaian sampai padi mau panen, dengan cara menghisap cairan padi pada bagian pelepah daun.
wereng hijau


wereng coklat

Akibat yang ditimbulkan
Wereng coklat apabila menyerang tanaman padi, maka tanaman tersebut akan mengering pada satu lokasi secara melingkar di sebut juga hopper burn. Sedangkan wereng hijau dan wereng loreng adalah sebagai vector virus tungro. Dimana virus tungro ini merupakan penyebab penyakit kerdil rumput dan penyebab kerdil hampa pada tanaman padi. Tergantung saat penyebaran virus oleh wereng hijau tersebut. Apabila wereng tersebut menyebarkan virus tungro pada saat padi dalam kondisi masa pertumbuhan maka padi akan terkena penyakit kerdil rumput. Sedangkan apabila menyebarkan virus tungro pada saat sedang bunting maka padi akan terkena penyakit kerdil hampa.
Akibat-akibat yang disebabkan oleh jenis wereng ini bisa menyebabkan gagal panen (puso).

Musuh alami wereng
Di dalam ilmu biologi, alam selalu menjaga keseimbangannya dengan cara apa yang disebut rantai makanan. Begitu juga dengan wereng. Hama ini mempunyai musuh alami yang selalu menjaga populasinya agar selalu seimbang. Berikut ini adalah musuh alami dari wereng:
•    Laba-laba serigala (Pardosa pseudoannulata)
•    Laba-laba bermata jalang (Oxyopes javanus)
•    Laba-laba berahang empat (Tetragnatha maxillosa).
•    Kepik permukaan air (Microvellia douglasi)
•    Kepik mirid (Cyrtorhinus lividipennis)
•    Kumbang stacfilinea (Paederus fuscipes)
•    Kumbang koksinelid (Synharmonia octomaculata)
•    Kumbang tanah atau kumbang karabid (Ophionea nigrofasciata)
•    Belalang bertanduk panjang (Conocephalous longipennis)
•    Capung kecil atau kinjeng dom (Agriocnemis spp.)
Langkah Pencegahan
Untuk mencegah serangan hama wereng perlu dilakukan beberapa tindakan. Diantaranya:
•    Bersihkan gulma,singgang dari sawah dan areal sekitarnya.
•    Hindari penggunaan pestisida secara tidak tepat yang dapat menyebabkan terbunuhnya musuh alami.
•    Gunakan varietas tahan wereng seperti Ciherang, Mekongga, dan Cigeulis.
•    Gunakan varietas tahan tungro seperti IR-50, IR-64, Citanduy, Dodokan, IR –66, IR-70, Barumun, kelara, memberamo, IR-36, IR-42, Semeru, Ciliwung , Kr. Aceh, Sadang, Cisokan, Bengawan , Citarum dan terakhir adalah serayu.
•    Jumlah kritis: pada kepadatan 1 wereng coklat/batang atau kurang, masih ada peluang menekan populasi.
•    Amati wereng di persemaian setiap hari, atau setiap minggu setelah tanam pindah pada batang dan permukaan air. Periksa kedua sisi persemaian. Pada tanaman yang lebih tua, pegang tanaman dan rebahkan sedikit dan tepuk dengan pelan dekat bagian basal untuk melihat kalau ada wereng yang jatuh ke permukaan air.
•    Gunakan perangkap cahaya waktu malam ketika terlihat ada gejala serangan wereng. Jangan tempatkan cahaya dekat persemaian atau sawah. Bila perangkap cahaya diserbu oleh berates wereng, berarti persemaian dan sawah perlu segera diperiksa; lalu amati setiap hari dalam beberapa minggu berikutnya.
•    Pupuk lengkap (NPK), dosis 250 kg urea, 100 kg
•    SP36, dan 100 kg KCl/ha dapat membantu upayaSP36, dan 100 kg KCl/ha dapat membantu upaya pencegahan
Langkah Pengendalian
Langkah pengendalian ini dilakukan setelah jumlah wereng per rumpun sudah melebihi ambang ekonomi. Untuk hama wereng ambang ekonominya yaitu 2-5 ekor per rumpun (tergantung masing-masing daerah, bila endemik bisa lebih rendah lagi). Apabila sudah melebihi ambang ekonomi tersebut, maka harus dilakukan penyemprotan yang bertujuan untuk menekan populasi hama wereng tersebut.
Jenis pestisida yang dianjurkan untuk mengendalikan hama wereng ini adalah insektisida yang berbahan aktif:
•    amitraz,
•    buprofezin,
•    beauveria bassiana 6.20 x 1010 cfu/ml,
•    BPMC,
•    fipronil,
•    imidakloprid,
•    karbofuran,
•    karbosulfan,
•    metolkarb,
•    MIPC,
•    propoksur,
•    tiametoksam.
Ketika melakukan penyemprotan sebaiknya dimulai dengan membuka (“membiak”) antara barisan tanaman, kemudian menyemprot tanaman dengan mengarahkan semprotan ke bagian batang bawah.  Hal ini dilakukan karena biasanya wereng berada di bagian batang bawah.
Demikianlah pembahasan tentang hama tanaman padi, yaitu hama wereng, semoga bermanfaat.

Related Posts

0 comment:

Post a Comment