29 Rangkuman Materi Kimia tentang larutan

shares |

Chemistricks.com - Rangkuman Materi Kimia tentang larutan



1.  Larutan merupakan campuran homogen (serbasama) antara dua zat atau lebih. Berdasarkan jumlah zat yang ada dalam larutan maka dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian terkecil adalah zat terlarut dan bagian terbesar adalah pelarut.
2.  Larutan dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu larutan elektrolit dan larutan nonͲelektrolit. Pembagian ini didasari atas adanya interaksi antara zat terlarut dengan pelarutnya. 

3.  Larutan elektrolit adalah larutan yang zat terlarutnya mengalami ionisasi, dan dapat menghantarkan arus listrik. Besarnya proses ionisasi dari larutan elektrolit dinyatakan
dengan derajat ionisasi atau  ɲ yang besarnya antara 0 – 1 dan untuk larutan elektrolit lemah memiliki nilai 0 < ɲ ч 1.
4.  Larutan nonͲelektrolit adalah larutan yang zat terlarutnya tidak terionisasi tidak dapat menghantarkan arus listrik. Untuk larutan ini nilai ɲ = 0.
5.  Konsentrasi zat merupakan rasio dari zat terlarut dengan pelarut atau larutan, ada beberapa satuan konsentrasi yang dipergunakan.
6.  Persen Berat (%) : Satuan konsentrasi ini menyatakan banyaknya zat terlarut dalam 100 gram larutan. 
7.  Persen Volume (%) : menyatakan jumlah volume (mL) dari zat terlarut dalam 100 mL larutan.
8.  Fraksi Mol (x) : Bilangan yang menyatakan rasio jumlah mol zat terlarut dan pelarut dalam sebuah larutan. Secara umum jika terdapat larutan AB dimana A mol zat terlarut dan B mol
zat pelarut, fraksi mol A (XA) 
9.  Molalitas merupakan satuan konsentrasi yang menyatakan jumlah mol zat yang terdapat didalam 1000 gram pelarut, Molalitas diberi lambang dengan huruf m.
10.  Molaritas adalah satuan konsentrasi molaritas merupakan satuan konsentrasi yang banyak dipergunakan, dan didefinisikan sebagai banyak mol zat terlarut dalam 1 liter (1000 mL) larutan. 
11.  Normalitas yang bernotasi (N) merupakan satuan konsentrasi yang sudah memperhitungkan kation atau anion yang dikandung sebuah larutan. Normalitas didefinisikan banyaknya zat dalam gram ekivalen dalam satu liter larutan.Secara sederhana gram ekivalen adalah jumlah gram zat
untuk mendapat satu muatan.
12.  Pengenceran adalah berkurangnya rasio zat terlarut didalam larutan akibat penambahan pelarut. Sebaliknya pemekatan adalah bertambahnya rasio konsentrasi zat terlarut didalam
larutan akibat penambahan zat terlarut.
 13.  Asam merupakan bersifat korosif (bereaksi dengan logam) dan dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah. Basa merupakan zat yang memiliki sifatͲsifat yang spesifik, seperti licin jika mengenai kulit dan terasa getir serta dapat merubah kertas lakmus merah menjadi biru.
14.  Asam menurut Arhenius, zat dikatakan sebagai asam jika dalam bentuk larutannya dapat melepaskan ion H+ , dan ion hidrogen merupakan pembawa sifat asam. Sedangkan basa
adalah zat yang dalam bentuk larutannya dapat melepaskan ion OHͲ , dan ion hidroksida sebagai pembawa sifat basa.
15.  Menurut Lowry dan Bronsted, asam adalah zat yang memiliki kemampuan untuk mendonorkan protonnya,sedangkan basa adalah zat yang menerima proton, sehingga dalam sebuah reaksi dapat melibatkan asam dan basa. 
 19.  Ukuran untuk mengetahui keasama suatu zat dinyatakan dengan Derajat Keasaman atau pH yang besarnya ditentukan oleh konsentrasi ion H+ , sehingga pH = Ͳ log [H+].
Demikian pula untuk derajat kebasaan ditentukan olehkonsentrasi ion OHͲ  besarnya pOH = Ͳ log [OHͲ ]
20.  Keseimbangan air dijadikan dasar untuk menetapkan skala pH, dan pH + pOH = 14.
21.  Pengukuran keasaman dilakukan dengan menggunakan indikator universal khususnya untuk pengukuran larutanyang tidak memerlukan ketelitian. Sedangkan untuk pengukuran yang lebih teliti dipergunakan pH meter. Alat ini terdiri dari elektroda gelas dan voltmeter.
 22.  Garam merupakan senyawa yang bersifat elektrolit dibentuk dari sisa basa atau logam yang bermuatan positif dengan sisa asam yang bermuatan negatif.
23.  Beberapa reaksi penggaraman yang menghasilkan produk akhir garam dengan air adalah :
1.  Asam dengan basa
2.  Asam dengan oksida basa
3.  Basa dengan oksida asam.
24.  Untuk reaksi antara oksida asam dengan oksida basa hanya menghasilkan garam. Sedangkan reaksi antara logam dengan asam menghasilkan garam dan gas Hidrogen.
25.  Reaksi penggaraman yang terakhir adalah reaksi metatesis, reaksi ini merupakan reaksi  pertukaran sisa asam atau sisa basa. Reaksi ini hanya dapat terjadi jika salah satu produk menghasilkan endapan atau gas, atau produk yang memiliki kelarutan yang rendah didalam air.
26.  Garam dapat terhidrolisa dengan adanya air, dimana terjadi interaksi antara air dengan sisa asam yang menghasilkan asam lemah atau interaksi air dengan sisa basa yang menghasilkan basa lemah. Interaksi ini menyebabkan sifat keasamam, kebasaan atau netral ditentukan oleh peristiwa
hidrolisa.
27.  Peristiwa hidrolisa tidak terjadi pada garam yang berasal asam kuat dan basa kuat, sehingga larutan garam bersifatnetral atau pH =7.
28.  Garam akan terhidrolisa sebagian untuk garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah, sifat larutan garam adalah asam atau pH dibawah 7. Hidrolisa sebagian juga terjadi untuk garam yang berasal asam lemah dan basa kuat, larutan ini bersifat basa dengan pH diatas 7. Hidrolisa
sempurna terjadi untuk senyawa garam yang berasal asam lemah dan basa lemah, sifat larutan garam sangat ditentukan oleh besarnya Ka atau Kb dari asam maupun basanya. Larutan bersifat asam jika Ka > Kb, larutan bersifat basa jika  Kb > Ka dan larutan bersifat netral jika Ka = Kb.
29.  Larutan buffer adalah larutan yang terdiri dari garam dengan asam lemahnya atau garam  dengan basa lemahnya. Dalam larutan buffer terdapat pasangan asam basa konyugasi, jika
terjadi penambahan asam atau  basa dapat dinetrlisir oleh larutan ini. Atas dasr inilah larutan buffer dipergunakan untuk mempertahankan pH sebuah larutan.[]

Related Posts

0 comment:

Post a Comment