PERKEMBANGAN SISTEM PERIODIK UNSUR

shares |

Chemistricks.com - Perkembangan sistem periodik unsur
Perkembangan sistem periodik unsur dapat dijabarkan dalam empat macam, yaitu Triade Dobereiner, Oktaf John Newlands, Mendeleev, dan sistem periodik panjang (modern) sebagai berikut:


1.      Triade Dobereiner
Hasil pengamatan Dobereiner menunjukkan bahwa tiap tiga unsur yang mempunyai persamaan sifat disusun dalam satu kelompok yang disebut “Triade”, ternyata massa atom unsur di tengah mendekati setengah jumlah massa atom unsur pertama dan ketiga. Contoh :

Unsur
Massa atom relative (Ar)
Ar untuk yang di tengah menurut Triade
Li
Na
K
6,94
23,02
39,10
Ar Na =
           =
Sistem ini kurang efisien karena ternyata ada beberapa unsur lain yang tidak termasuk dalam satu triade, tetapi mempunyai sifat-sifat mirip dengan triade tersebut. Namun demikian dari penemuan Dobereiner ini, mendorong orang lain untuk menyusun daftar unsur-unsur sesuai dengan sifatnya.

2.      Sistem Oktaf John Newlands
Newlands menemukan hubungan antara sifat unsur dengan massa atomnya. Jika unsur-unsur disusun menurut kenaikan massa atomnya maka terlihat bahwa unsur ke delapan mempunyai sifat yang sama dengan unsur pertama, unsur ke sembilan dengan unsur kedua dn seterusnya. Penemuan john Newlands dikenal dengan Hukum Oktaf.
Daftar Oktaf Newlands
H
Li
Be
B
C
N
O
1
2
3
4
5
6
7
F
Na
Mg
Al
Si
P
S
8
9
10
11
12
13
14
Cl
K
Ca
Cr
Ti
Mn
Fe
15
16
17
18
19
20
21
Sistem ini hanya berlaku untuk unsur-unsur ringan (Ar rendah) meskipun demikian usahanya telah menuju usaha yang tepat untuk menyusun diagram unsur.

3.      sistem periodik Mendeleev
Dimitri Ivanovic Mendeleev dan Lothar Meyer mengemukakan secara terpisah tentang pengelompokan unsur yang lebih luas. Pernyataan kedua ahli tersebut adalah ketika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, sifat-sifatnya akan berulang secara periodik. Mendeleev menempatkan unsur-unsur yang memiliki kemiripan sifat dalam lajur vertikal, yang disebut golongan. Lajur-lajur horizontal, yaitu lajur tempat unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom relatifnya, disebut periode. Hukum ini disebut sebagai hukum periodik.
Sistem pengelompokan mendeleev merupakan pengelompokan yang lebih maju berdasarkan pengelompokan sebelumnya berdasarka dua alasan;
Ø  Pengelompokkan yang dilakukan mendeleev memiliki massa atom dan sifat-sifat yang lebih akurat.
Ø  Pengelompokkan mendeleev  memungkinkan untuk memprediksi sifat-sifat beberapa unsur yang belum ditemukan hingga saat itu.

4.      sistem periodik panjang (modern)
Pada tahun 1913, seorang ahli fisika muda Henry Mosley menemukan hubungan antara nomor atom dengan  frekwensi sinar-X yang dihasilkan dari penembakan unsur tersebut dengan elektron berenergi tinggi. Dengan beberapa pengecualian, Moseley menemukan bahwa nomor atom meningkat seiring dengan meningkatnya massa atom. Berdasarkan kenyataan ini Moseley memodifikasi sistem periodik mendeleeev mengasilkan sistem periodik modern.
Penyusunan sistem periodik unsur berdasarkan nomor atom dan sifat atom dilakukan berdasarkan kenyataan bahwa unsur-unsur yang sama (berarti memiliki sifat-sifat yang sama) dapat memiliki massa atom yang berbeda atau isotop. Dengan demikian sifat-sifat kimia unsur tidak ditentukan oleh massa atomnya, melainkan ditentukan oleh jumlah protonya. Jadi berdasarkan kenaikan nomor atomnya dan bukan kenaikan nomor massa.
Sistem periodik modern terdiri dari unsur-unsur yang mendatar dan yang manurun. Susunan unsur yang mendatar disebut periode, sedangkan susunan unsur yang menurun disebut golongan. Dalam sistem periodik modern dibedakan golongan A dan B. golongan A disebut golongan utama, dan golongan B disebut golongan unsur transisi. Berikut nama-nama golongan utama.
Golongan IA                : golongan alkali
Golongan IIA               : golongan alkali tanah
Golongan IIIA             : golongan boron
Golongan IVA             : golongan karbon
Golongan VA              : golongan nitrogen
Golongan VIA             : golongan oksigen
Golongan VIIA                        : golongan halogen
Golongan VIIIA           : golongan gas mulia

Related Posts

0 comment:

Post a Comment