Hukum Perbandingan Jumlah Artikel (Hukum Avogadro)

shares |

Chemistricks.com - Hukum Perbandingan Jumlah Artikel (Hukum Avogadro)
Baca artikel sebelumnya tentang hukum dasar kimia, diantaranya hukum kekekalan massa, hukum perbandingan tetap, dan hukum perbandingan volum. Pada artikel ini dibahas tentang hukum perbandingan jumlah artikel (hukum Avogadro).




Amedeo Avogadro (1776-1856_ilmuwan Italia) melanjutkan rumusan Hukum Gay-Lussac. Ia menyimpulkan hubungan volum dengan jumlah molekul.

Untuk menjelaskan hukum gay lussac di atas maka pada tahun 1811 Amadeo Avogadro (1776-1956) dari italia mengajukan yang kemudian di sebut teori avogadro. Mengapa perbandingan volume gas-gas dalam suatu reaksi merupakan bilangan sederhana? Banyak ahli termasuk Dalton dan Gay Lussac gagal menjelaskan hukum perbandingan volume yang ditemukan oleh Gay Lussac. Ketidakmampuan Dalton karena ia menganggap partikel unsur selalu berupa atom tunggal (monoatomik). Pada tahun 1811, Amedeo Avogadro menjelaskan percobaan Gay Lussac. Menurut Avogadro, partikel unsur tidak selalu berupa atom tunggal (monoatomik), tetapi berupa 2 atom (diatomik) atau lebih (poliatomik).
Para ahli fisika abad ke-19 tidak memiliki pengetahuan mengenai masa molekul atau atom dan ukurannya sampai pergantian abad ke-20, setelah penemuan elektron oleh ahli fisika Amerika, Robert Andrews Millikan, yang menentukan dengan hati-hati muatannya. Penentuan ini, akhirnya, menunjukkan angka avogadro tersebut secara akurat, bahwa jumlah molekul dalam jumlah bahan yang sama beratnya sama dengan molekulnya.



“Pada suhu (T) dan tekanan (P) yang sama, gas-gas yang mempunyai volum yang sama akan mengandung jumlah molekul yang sama banyaknya.”


·   Dirumuskan :
Vx
 Vy
 Keterangan : V x = Volum gas X
  

Hukum ini ditemukan oleh Amedeo Avogadro pada tahun 1811. Hipotesis Avogadro menyatakan bahwa dua sampel gas ideal dengan volume, suhu, dan tekanan yang sama, maka akan mengandung molekul yang jumlahnya sama. Contohnya adalah, ketika hidrogen dan nitrogen dengan volume yang sama mengandung jumlah molekul yang sama ketika mereka berada pada suhu dan tekanan yang sama. Avogadro menyebut partikel sebagai molekul.
Untuk suatu massa dari gas ideal, volume dan mol gas secara langsung akan proporsional jika suhu dan tekanannya konstan. Persamaan tersebut dapat ditulis sebagai berikut:
clip_image002 atau clip_image002[6]
Dimana:
  • V adalah volume gas
  • n adalah jumlah zat dari gas (dalam satuan mol)
  • k adalah konstanta yang sama dengan RT/P, di mana R adalah konstanta gas universal, T adalah suhu Kelvin, dan P adalah tekanan. Sebagai suhu dan tekanan yang konstan, RT/P juga konstan dan disebut sebagai k. Ini berasal dari hukum gas ideal.
Hukum ini menjelaskan bagaimana dalam kondisi suhu, tekanan, dan volume gas yang sama pasti mengandung jumlah molekul yang sama. Untuk membandingkan substansi yang sama di bawah dua set yang kondisinya berbeda, hukum ini dapat dinyatakan sebagai berikut:
clip_image002[8]
Persamaan ini menunjukkan bahwa, jika jumlah mol gas meningkat, volume gas juga akan meningkat secara proporsional. Dan sebaliknya, jika jumlah mol gas berkurang, maka volume juga menurun.

                      V y = Volum gas y


 Contoh Soal:
 
1)   Pada suhu dan tekanan tertentu, 2 Liter gas CH4 mengandung 3,01 x 1023 molekul. Berapa jumlah molekul yang terkandung dalam 0,4 L gas NH3 yang diukur pada suhu dan tekanan yang sama?
2)  Hitunglah massa 10 L gas oksigen yang diukur pada keadaan yang sama dengan keadaan pengukuran 15 gram NO yang volumnya 2 L ? ( Ar O = 16, N = 14)

Related Posts

0 comment:

Post a Comment