Beberapa gangguan pada sistem reproduksi pria

shares |


Pria memiliki sistem reproduksi yang terdiri dari organ dalam dan organ luar. Pria ternyata juga dapat pula mengalami gangguan pada sistem reproduksinya. Hal ini dikarenakan berbagai sebab. Berikut dipaparkan tentang beberapa gangguan pada sistem reproduksi pria. Namun sebelumnya silahkan anda baca juga tentang hormon pada pria

gangguan pada sistem reproduksi pria
gambar sistem reproduksi pria
Hipogonadisme
Hipogonadisme adalah penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testoteron. Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan. Penanganan dapat dilakukan dengan terapi hormon.


Kriptorkidisme

Kriptorkidisme adalah kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi. Hal tersebut dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang terstoteron. Jika belum turun juga, dilakukan pembedahan.                                                                                                                                                   


Uretritis

Uretritis adalah peradangan uretra dengan gejala rasa gatal pada penis dan sering buang air kecil. Organisme yang paling sering menyebabkan uretritis adalah Chlamydia trachomatis, Ureplasma urealyticum atau virus herpes.


Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan prostat. Penyebabnya dapat berupa bakteri, seperti Escherichia coli maupun bukan bakteri.


Epididimitis

Epididimitis adalah infeksi yang sering terjadi pada saluran reproduksi pria. Organisme penyebab epididimitis adalah E. coli dan Chlamydia.


Orkitis

Orkitis adalah peradangan pada testis yang disebabkan oleh virus parotitis. Jika terjadi pada pria dewasa dapat menyebabkan infertilitas

demikian tentang beberapa gangguan pada sistem reproduksi pria, semoga bermanfaat. []

Related Posts

0 comment:

Post a Comment