Tanya Jawab materi Bioteknologi (bagian II)

shares |

Pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang contoh soal berformat tanya jawab tentang materi bioteknologi. Berikut merupakan kelanjutan dari materi tersebut.



Pertanyaan Tentang Kultur Jaringan
§  Faktor yang mendasari: sifat makhluk hidup yang disebut tottipotensi. Yaitu setiap sel dapat tumbuh menjadi individu baru. Contoh, daun cocor bebek dapat tumbuh membentuk akar, batang, dan daun menjadi tanaman cocor bebek yang baru.
§  Sel-sel hewan tidak dapat ditumbuhkan menjadi individu baru, kecuali pada fase embrio.
§  Embrio katak yang dipotong-potong, kemudian dipelihara secara khusus akan tumbuh menjadi beberapa katak baru yang identik. Peristiwa ini merupakan kloning katak, tetapi kita tidak dapat menumbuhkan kaki katak dewasa menjadi katak baru, karena daya tottipotensinya rendah.
§  Sel tumbuhan dapat dikultur (ditumbuhkan, dikembangbiakkan) di dalam tabung yang steril. Medium itu biasanya dibuat dari agar-agar yang diberi berbagai nutrisi yang diperlukan tumbuhan. Nutrisi harus mengandung unsur-unsur makro seperti C, H, O, NSPK, Ca, Mg, dan Fe serta mengandung unsur-unsur mikro, misalnya Zn, Mn, Bo, Mo, Si, Al, Cl, dan Na. unsur-unsur ini diberikan pada medium tidak dalam unsur murni, tetapi dalam bentuk garam-garaman. Pada kultur sel tertentu, perlu ditambahkan zat penumbuh tumbuhan (auksin, asam indol asetat, dsb), dan vitamin-vitamin.
§  Keuntungan kultur jaringan tumbuhan: perbanyakan tumbuhan dapat dilakukan secara cepat, jumlahnya tak terbatas, bibit terhindar dari hama dan penyakit, hemat tempat dan waktu, serta memiliki sifat identik.


1.      Jelaskan pengelompokkan bioteknologi dengan teknik kultur !
Kultur tingkat sel = kultur sel
Kultur tingkat jaringan = kultur jaringan
2.      Apakah dapat dilakukan kultur sel hewan?
Ya, dapat. Namun, kultur sel hewan tidak dapat menghasilkan organ atau tubuh individu. Kultur sel hewan hanya menghasilkan selapis sel yang dapat dikloning terus-menerus. Jadi sel lidah tidak dapat dikultur untuk menghasilkan lidah yang utuh. Hal ini disebabkan SIFAT TOTTIPOTENSI SEL HEWAN YANG RENDAH. Selain itu, untuk menghasilkan organ harus melalui diferensiasi sel yang dipengaruhi oleh lingkungan internal tertentu.
Untuk menghasilkan individu, hewan yang dikultur harus masih dalam tahap embrio, terutama tahap morula atau blastula. Kultur embrio di dalam TABUNG ini dikenal sebagai KULTUR INVITRO. Embrio dapat dikloning menjadi beberapa embrio identik. Untuk menumbuhkan embrio menjadi individu, embrio harus ditanam di dalam rahim hewan betina. Kultur embrio di dalam tubuh hewan [di dalam [RAHIM] ini dikenal KULTUR INVIVO. Misalnya embrio tikus yang telah dikultur invitro dimasukkan ke dalam rahim tikus betina. Di dalam rahim, embrio itu akan tumbuh menjadi anak tikus. Dengan cara demikian, dapat diproduksi tikus identik dalam jumlah tak terbatas

Related Posts

0 comment:

Post a Comment