Ringkasan Materi Sistem Pencernaan Manusia: GIGI

shares |

Pada umunya, manusia memiliki dua perangkat gigi : gigi susu dan gigi tetap

Gigi susu : perangkat gigi pada anak-anak yang usianya antara 6 bulan sampai delapan tahun.

1. Kapan gigi susu mulai terbentuk ?

Mahkota gigi susu yang berjumlah 20, hampir selesai terbentuk ketika bayi lahir dan letaknya tersembunyi di balik gusi dan tulang bayi.

2. Gigi susu apakah yang pertama kali tumbuh ke permukaan gusi ?

Gigi susu tidak tumbuh sekaligus namun secara bertahap menembus gusi selama 2 ½ tahun pertama sejak kelahiran. Biasanya yang tumbuh pertama kali adalah keempat gigi depan yaitu dua di rahang atas dan dua di rahang bawah. Sebagian besar anak-anak sudah lengkap semua giginya pada saat berusia 3 tahun.
Umumnya yang tumbuh pertama kali adalah gigi seri bawah dan terjadi pada usia 6 bulan. Ditandai dengan bayi menjadi rewel karena gatal-gatal pada gusinya.

3. Kapan gigi susu mulai tanggal ?

Umumnya mulai tanggal saat anak berusia 6-7 tahun, dan prosesnya terus berlanjut hingga usia 12 tahun. Gigi susu yang tanggal pertama kali adalah gigi susu yang tumbuh pertama kali, yaitu gigi seri (depan) atas dan bawah.

4. Apakah semua gigi susu akan tanggal ?

Iya, karena gigi susu mempunyai waktu bertahan tetentu. Dan tidak mungkin tertancap terus menerus pada gusi orang dewasa. Paling lama, gigi susu akan bertahan hingga usia anak 12 tahun.

5. Apakah akibatnya jika gigi susu tidak juga tanggal meski melampaui batas waktunya[12 tahun] ?

Gigi susu harus dicabut dengan bantuan dokter. Jika tidak, maka akan menyebabkan gigi permanen tumbuh secara tidak beraturan [tumpang tindih, berjejal, atau bahkan tonggos].

6. Pada waktunya nanti, semua gigi susu akan tanggal. Apakah itu berarti jika kita ‘longgar’ dalam merawat kesehatan gigi susu akan lebih menguntungkan ? Maksud keuntungannya adalah, mempermudah proses tanggalnya gigi susu secara alami hingga tidak perlu cabut gigi ke dokter?

Hal ini tidak benar. Hal ini dikarenakan gigi susu memiliki fungsi istimewa : gigi susu adalah guidance atau panduan bagi pertumbuhan gigi tetap. Jadi meski sifatnya “sementara” dan nantinya akan diganti oleh gigi permanen namun harus tetap dijaga dan dipelihara kesehatannya. Gigi susu yang tanggal terlalu dini akan mempengaruhi pertumbuhan gigi permanen. Gigi tersebut sudah  tanggal sebelum saatnya dan benih gigi permanennya belum siap untuk tumbuh, sehingga gigi permanen kehilangan panduan. Meskipun gigi susu yang tanggal sebelum waktunya [ompong], akan menyebabkan menyempit atau melebarnya daerah tumbuh gigi permanen. Hal ini menyebabkan susunan gigi permanen yang jarang [rengggang], atau terlalu berjejal.
Selain ituu, gigi susu juga berfungsi seperti gigi permanen. Yaitu, membantu mengunyah makanan, pengucapan kata-kata, dan estetika. Gigi-gigi susu yang rusak karena karies pastinya menyebabkan anak sedikit kesulitan mengunyah, atau bahkan malas makan sehingga akhirnya akan mempengaruhi status gizinya. Orang tua sangat perlu menyadari hal ini karena kebanyakan orang tua berpikir bahwa jika terjadi karies pada gigi susu tidak perlu ditambal karena toh nantinya akan digantikan oleh gigi permanennya. Padahal infeksi dari gigi susu yang karies dapat merusak gigi permanen yang sedang tumbuh di bawah akar gigi susu.

7. Apakah gigi susu yang sudah rusak harus segera dicabut ?

Gigi susu mempunyai ‘jatah waktu’ tertentu untuk tanggal sehingga
keberadaannya harus dipertahankan sampai tiba saatnya untuk tanggal. Gigi susu mempunyai ‘jatah waktu’ tertentu untuk tanggal sehingga keberadaannya harus dipertahankan sampai tiba saatnya untuk tanggal. Meskipun kerusakannya sudah parah, dokter gigi masih akan berusaha mempertahankan. Bahkan, bila memungkinkan, akan dilakukan perawatan seperti aplikasi fluor ataupun penambalan. Bila dokter gigi tidak mengabulkan permintaan orang tua untuk mencabut gigi anaknya meskipun kondisinya dianggap sudah sedemikian parah, itu karena memang ada pertimbangan tertentu sehingga belum diindikasikan untuk dicabut.

Bila gigi susu tanggal sebelum saatnya, baik karena karies ataupun dicabut, gigi tetap yang akan tumbuh tidak mempunya petunjuk sehingga sering salah arah dan rahang yang ditinggal gigi susu jauh sebelum saatnya. Ini akan  mengalami penyempitan sehingga tidak cukup untuk menampung semua gigi dalam susunan yang teratur. Akibatnya, susunan gigi-geligi menjadi crowded (tidak beraturan).

8. Apakah perbedaan gigi sus dan gigi permanen ?

Gigi susu bila tumbuh lengkap berjumlah dua puluh gigi yang macamnya terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham. Gigi geraham pada gigi susu hanya satu macam, sedangkan pada gigi tetap terdapat dua macam sehingga dibedakan menjadi ‘gigi geraham besar’ (GGB) dan ‘gigi geraham kecil’ (GGK). Gigi tetap bila tumbuh semua (termasuk gigi bungsu/geraham ketiga/terakhir) berjumlah 32 gigi. Jumlah yang lebih besar ini disebabkan pada gigi tetap dijumpai GGK dan gigi geraham besar ketiga (gigi bungsu). Saat gigi susu tanggal, biasanya bersamaan dengan saat gigi tetap tumbuh, tetapi ada pengecualian pada GGB.

Patut digarisbawahi bahwa GGB pertama mulai tumbuh pada umur enam sampai tujuh tahun. GGB ini bukan gigi pengganti. Artinya, gigi ini langsung muncul pada deretan di belakang gigi-gigi susu, baik pada raham atas maupun rahang bawah. Jadi, gigi ini (dan juga GGB lainnya) tumbuh tidak menggantikan gigi susu, sedangkan gigi lainnya (GGK, taring, dan seri) akan tumbuh menggantikan gigi pendahulunya (gigi susu).

9. Kapan periode tumbuh gigi campur ?

Sebagai patokan utama, ketika anak mulai masuk TK, anak perlu lebih diperhatikan secara intensif. Usia 5,5 – 11 tahun adalah periode gigi
campur. Gigi kelihatan tidak beraturan karena berada pada masa peralihan saat tanggalnya gigi susu dan saat tumbuhnya gigi tetap. 10.Kapan perlu dilakukan cabut gigi susu ?

Dilakukan jika gigi susu belum goyah sama sekali bahkan masih kuat tertanam, sementara gigi tetap telah terlihat mulai tumbuh. Kondisi seperti ini disebut presistensi (kesundulan). Keterlambatan pencabutan mengakibatkan gigi akan tetap terhambat pertumbuhannya. Sama halnya dengan pencabutan yang belum saatnya, kondisi ini juga bisa mengakibatkan gigi-geligi susunannya tidak beraturan.

Solusinya : orang tua harus dapat membedakan gigi susu dan permanen serta periode tumbuh dan tanggalnya gigi susu. Secara sepintas, gigi susu bisa dibedakan dengan gigi tetap karena warnanya lebih putih, bentuknya lebih kecil, dan permukaannya cenderung menguncup. []

Related Posts

0 comment:

Post a Comment