KOMPONEN DAN JENIS-JENIS EKOSISTEM

shares |

Apclip_image002a yang bisa Anda amati dari gambar di samping? Sebuah pemandangan alam yang sangat indah, bukan? Semua itu adalah karya cipta Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan menciptakan tumbuhan, hewan, manusia, dan benda-benda tidak hidup lainnya seperti air, batu dan tanah. Semua ciptaan-Nya tersebut menempati suatu tempat dan saling membutuhkan satu sama lainnya. Inilah yang disebut dengan ekosistem. Apa sajakah komponen ekosistem? Bagaimanakah interaksi antar-komponen ekosistem?

Dari gambar di depan dapat diketahui bahwa tidak ada makhluk hidup di bumi yang bisa hidup sendiri, terpisah, terasing dari makhluk hidup lain, termasuk manusia. Begitu juga dengan hewan dan tumbuhan. Untuk hidup, mereka perlu makan dan tempat hidup yang nyaman. Dengan demikian, terjadi saling ketergantugan antarmakhluk hidup dan juga antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Hubungan saling mempengaruhi [hubungan timbal balik] yang terjadi antarmakhluk hidup dengan lingkungannya inilah yang disebut dengan ekosistem. Sedangkan ilmu yang mempelajari ekosistem disebut ekologi.

A. Komponen Ekosistem

Komponen penyusun ekosistem terdiri atas dua macam, yaitu komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup, sedangkan komponen abiotik adalah komponen yang terdiri atas benda mati. Seluruh komponen biotik dalam suatu ekosistem membentuk komunitas. Dengan demikian, ekosistem dapat diartikan sebagai kesatuan antara komunitas dengan lingkungan abiotiknya.

1. Komponen Biotik

Berdasarkan caranya memperoleh makanan di dalam ekosistem, organisme anggota komponen biotik dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

a. Produsen, yang berarti penghasil. Produsen merupakan organisme yang mampu menghasilkan zat makanan sendiri (autotrof) melalui fotosintesis. Yang termasuk dalam kelompok ini adalah tumbuhan hijau atau tumbuhan yang mempunyai klorofil. Produsen ini kemudian dimanfaatkan oleh organisme-organisme yang tidak bisa menghasilkan makanan (heterotrof) yang berperan sebagai konsumen.

b. Konsumen, yang berarti pemakai, yaitu organisme yang tidak dapat menghasilkan zat makanan sendiri tetapi menggunakan zat makanan yang dibuat oleh organisme lain. Organisme yang secara langsung mengambil zat makanan dari tumbuhan hijau adalah herbivora. Oleh karena itu, herbivora sering disebut konsumen tingkat pertama. Karnivora yang mendapatkann makanan dengan memangsa herbivora disebut konsumen tingkat kedua. Karnivora yang memangsa konsumen tingkat kedua disebut konsumen tingkat ketiga dan seterusnya. Proses makan dan dimakan di dalam ekosistem akan membentuk rantai makanan. Perhatikan contoh sebuah rantai makanan ini: daun berwarna hijau (Produsen) –> ulat (Konsumen I) –> ayam (Konsumen II) –> musang (Konsumen III) –> macan (Konsumen IV/Puncak).
Dalam ekosistem, banyak proses rantai makanan yang terjadi sehingga membentuk jaring-jaring makanan (food web) yang merupakan kumpulan dari beberapa rantai makanan.

c. Dekomposer atau pengurai. Dekomposer adalah jasad renik yang berperan menguraikan/merombak bahan organik yang berasal dari organisme yang telah mati ataupun hasil pembuangan sisa pencernaan. Dengan adanya organisme pengurai, organisme akan terurai dan meresap ke dalam tanah menjadi unsur hara yang kemudian diserap oleh tumbuhan (produsen). Selain itu aktivitas pengurai juga akan menghasilkan gas karbon dioksida yang akan dipakai dalam proses fotositesis. Contoh: jamur dan bakteri pengurai.

d. Detritivor : Organisme pemakan sisa organisme [bangkai]. Contoh : cacing tanah, lipan, semut, rayap, belatung, siput, kelabang, ulat.

2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik merupakan komponen tak hidup dalam suatu ekosistem. Komponen abiotik sangat menentukan jenis makhluk hidup yang menghuni suatu lingkungan. Komponen abiotik banyak ragamnya, antara lain: iklim, topografi, tanah, air, udara, suhu, cahaya matahari dan lain-lain.

a. Iklim

Merupakan hasil interaksi antara berbagai komponen abiotik, seperti kelembapan udara, suhu, cahaya, curah hujan, dan lain-lain. Iklim berhubungan dengan kesuburan tanah dan komunitas tumbuhan.

b. Topografi

Merupakan perbedaan letak di bumi dipandang dari ketinggian tempat dari permukaan laut dan dipandang letaknya dari garis bujur dan garis lintang. Perbedaan letak ini akan menentukan perbedaan pencahayaan, suhu, kelembapan, dan tekanan udara.

c. Suhu
Suhu berpengaruh terhadap ekosistem karena suhu merupakan syarat yang diperlukan organisme untuk hidup. Ada jenis-jenis organisme yang hanya dapat hidup pada kisaran suhu tertentu.

d. Sinar matahari
Sinar matahari mempengaruhi ekosistem secara global karena matahari menentukan suhu. Sinar matahari juga merupakan unsur vital yang dibutuhkan oleh tumbuhan sebagai produsen untuk berfotosintesis.

e. Air
Air berpengaruh terhadap ekosistem karena air dibutuhkan untuk kelangsungan hidup organisme. Bagi tumbuhan, air diperlukan dalam pertumbuhan, perkecambahan, dan penyebaran biji; bagi hewan dan manusia, air diperlukan sebagai air minum dan sarana hidup lain, misalnya transportasi bagi manusia, dan tempat hidup bagi ikan. Bagi unsur abiotik lain, misalnya tanah dan batuan, air diperlukan sebagai pelarut dan pelapuk.

¶ Keadaan air dipengaruhi oleh factor-faktor sebagai berikut :

1) Salinitas air/kadar garam : jumlah berat garam [dalam gram] yang terkandung dalam tiap liter air.

2) Curah hujan

3) Penguapan

4) Ombak

5) Arus air

f. Tanah
Tanah merupakan tempat hidup bagi organisme. Jenis tanah yang berbeda menyebabkan organisme yang hidup didalamnya juga berbeda. Tanah juga menyediakan unsur-unsur penting bagi pertumbuhan organisme, terutama tumbuhan.

g. Angin
Angin selain berperan dalam menentukan kelembapan juga berperan dalam penyebaran biji tumbuhan tertentu.

h. Garis lintang
Garis lintang yang berbeda menunjukkan kondisi lingkungan yang berbeda pula. Garis lintang secara tak langsung menyebabkan perbedaan distribusi organisme di permukaan bumi. Ada organisme yang mampu hidup pada garis lintang tertentu saja.

i. Udara

Keadaan udara dipengaruhi oleh factor-faktor :

1) Cahaya matahari, 2) Kelembapan, 3) Suhu udara [temperatur], 4)Angin []

Related Posts

0 comment:

Post a Comment