Ikatan Kovalen dan Ikatan Logam

shares |



A.  IKATAN KOVALEN
ü Adalah ikatan yang terjadi karena pemakaian bersama sepasang elektron atau lebih antara dua atom atau lebih
ü Ciri-ciri :
1)      Atom-atom membentuk molekul dengan memakai elektron secara bersamaan
2)      Terdiri dari unsure nonlogam, baik sejenis maupun berlainan
3)      Dalam keadaan murni, bersifat isolator
4)      Pada suhu kamar ada yang berwujud padat, cair, atau gas.
5)      Titik didih dan titik lebur rendah
6)      Kovalen polar bersifat elektrolit dan kovalen nonpolar bersifat nonelektrolit [*elektrolit : dapat menghantarkan listrik]
ü Berdasarkan jenis ikatannya, terbagi 4 macam ikatan kovalen :
1)      Ikatan kovalen tunggal : KEDUA atom yang berikatan menyumbangkan 1 elektron
2)      Ikatan kovalen rangkap dua : KEDUA atom yang berikatan menyumbangkan 2 elektron
3)      Ikatan kovalen rangkap tiga : KEDUA atom yang berikatan menyumbangkan 3 elektron
4)      Ikatan kovalen koordinasi : elektron yang digunakan untuk berikatan hanya berasal dari salah satu atom
IKATAN LOGAM
  Ikatan logam terjadi antara ion logam dan ion logam dengan bantuan kumpulan elektron sebagai pengikat atom-atom positif logam.
  Ion logam tersebut memiliki harga keelektronegatifan yang rendah sehingga memungkinkan elektron valensi bebas bergerak. Ikatannya membentuk KRISTAL LOGAM.
  Unsur logam memiliki banyak kelebihan [sifat yang lebih unggul] jika dibandingkan dengan unsur nonlogam. Berikut ini perbedaan sifat unsur logam dan nonlogam.
Tabel 4. Perbedaan antara unsur logam dengan unsur nonlogam sebagai berikut:
No
Unsur logam
Unsur nonlogam
1
Mengkilap jika digosok
Tidak mengkilap meskipun digosok (kecuali intan)
2
Dapat menghantarkan panas dan listrik (konduktor)
Isolator/nonkonduktor (kecuali grafit)
3
Keras tetapi lentur, dapat ditempa
Bersifat rapuh, tidak dapat ditempa
4
Berwujud padat pada suhu kamar (kecuali raksa/Hg)
Pada suhu kamar biasanya berwujud cair atau gas, namun ada pula yang berwujud padat.
5
Memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi
Memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah
Contoh : emas (Au), perak (Ag), aluminium (Al), tembaga (Cu), platina (Pt), timah (Sn), dsb.
Contoh : belerang (S), karbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N), dsb.

Related Posts

0 comment:

Post a Comment