Hukum Kekekalan Energi, Entalpi dan Perubahan Entalpi, serta Persamaan Termokimia

shares |



v  Hukum Kekekalan Energi
Azas Kekekalan Energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Azas kekekalan energi disebut juga hukum pertama termodinamika. Energi juga dapat mengalami perpindahan dari sistem ke lingkungan atau sebaliknya. Sistem merupakan segala hal yang diteliti perubahan energinya. Sedangkan lingkungan merupakan segala sesuatu di luar sistem. Contoh sistem dan lingkungan dapat diamati pada air teh panas dalam gelas. Air teh panas merupakan sistem, sementara gelas sebagai wadahnya termasuk lingkungan.
Energi terdiri atas berbagai jenis, di antaranya energi kinetik, energi potensial, energi kimia, energi radiasi, dan energi panas. Energi panas (kalor) mengalami perpindahan melalui dua cara : (1) kalor berpindah dari sistem ke lingkungan (disebut reaksi eksoterm); (2) kalor berpindah dari lingkungan ke sistem (disebut reaksi endoterm).

v  Entalpi dan Perubahan Entalpi
Setiap zat kimia memiliki energi. Energi ini tersimpan dalam bentuk energi potensial dan dikenal sebagai energi kimia. Besarnya energi yang dimiliki suatu zat disebut dengan etalpi dan dinotasikan dengan H (Heat Content). Harga entalpi suatu zat/sistem tidak dapat ditentukan, yang dapat ditentukan adalah perubahan entalpi ( ∆H) yang menyertai suatu proses (proses kimia atau fisika). Perubahan entalpi adalah selisih antara entalpi akhir (produk) dengan entalpi awal (pereaksi). 
Untuk reaksi : R à P
                  ∆H = HP - HR
Dengan      HP = entalpi produk
                  HR = entalpi reaktan
Apabila reaksi berlangsung pada tekanan tetap dan jenis kerja yang menyertainya hanya kerja ekspansi, maka perubahan entalpi sama dengan jumlah kalor yang diserap atau dibebaskan. ∆H = Gp (Gp = kalor reaksi pada tekanan tetap). Jadi, perubahan entalpi (∆H) adalah besarnya energi (kalor/panas) yang dibebaskan atau diperlukan dari suatu reaksi kimia.

v  Persamaan Termokimia
Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi yang mengikutsertakan perubahan entalpinya/∆H. Nilai ∆H yang dituliskan pada persamaan termokimia disesuaikan dengan stoikiometri reaksi, artinya jumlah mol zat yang terlibat dalam reaksi sama dengan koefisien reaksinya. Selanjutnya wujud atau keadaan zat harus dinyatakan, yaitu dengan membubuhkan indeks s untuk zat padat, l untuk zat cair, dan g untuk zat gas, aq untuk larutan.
     Contoh:
H2 (g) + ½ O2 (g)                   H2O (l)           ∆H = -286 kJ
     Atau
2 H2 (g) +  O2 (g)                   2 H2O (l)           ∆H = 2 x -286 kJ = -572 kJ

     Persamaan termokimia meliput reaktan, produk, fasa, dan perubahan entalpi.
INGAT, YA!!

 



     Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menuliskan persamaan termokimia!
1.    Koefisien reaksi sudah menyatakan mol
2.    Kalau persamaan reaksi dibalik, kamu tinggal membalik nilai dari (+) menjadi (-), atau sebaliknya
3.    Kalau persamaan reaksi dikalikan, ∆H juga harus kamu kalikan dengan x.
4.    Kalau persamaan reaksi dijumlahkan, kamu harus menjumlahkan ∆H juga.

Contoh :
Pada pembakaran 1 mol CH4 melepaskan kalor sebesar 50 kJ
a.        Tuliskan persamaan termokimianya !
Jawab : CH4 (g)  + 2  O2 (g) à CO2 (g)  +   2 H2O (g)   ∆H = - 50 kJ à eksoterm; kJ = kilo Joule
b.       Berapa ∆H untuk pembakaran 2 mol CH4 ? Tuliskan persamaan termokimianya!
Jawab : 2 CH4 (g)  + 4 O2 (g) à 2 CO2 (g)  +  4 H2O (g)   ∆H = - 50 kJ x 2 = - 100 kJ

Related Posts

0 comment:

Post a Comment