Bensin dan pemanfaatannya

shares |



1.    Bensin (petrol atau gasolin) adalah fraksi minyak bumi yang paling banyak dipakai. Mutu bahan bakar bensin dikaitkan dengan jumlah ketukan (knocking) yang ditimbulkannya dan dinyatakan dengan nilai oktan. Semakin sedikit ketukan, semakin baik mutu bensin dan semakin tinggi nilai oktannya.
2.    Ketukan adalah suatu perilaku yang kurang baik dari bahan bakar, yaitu pembakaran terjadi terlalu dini sebelum piston berada pada posisi yang tepat.

3.    Untuk menentukan nilai oktan, ditetapkan dua jenis senyawa pemancing yaitu ‘isooktana [2,2,4-trimetil-pentana] dan n-heptana. Isooktan menghasilkan ketukan paling banyak macam senyawa yang terdapat dalam bensin. Isooktana menghasilkan ketukan paling sedikit, dan diberi nilai oktan 100; sedangkan n-heptana menghasilkan ketukan paling banyak, dan diberi nilai oktan 0 (nol). Contoh : bensin mempunyai bilangan oktan 70, artinya bensin tersebut mengandung 70% volume isooktan dan 30 % volume n heptana.
4.    Salah satu zat anti ketukan yang hingga kini masih digunakan di negara kita adalah Tetra Ethyl Lead (TEL, lead=timbal atau timah hitam) yang rumus kimianya Pb(C2H5)4.  Penambahan 2-3 ml zat ini ke dalam 1 galon bensin dapat menaikkan nilai oktan sebesar 15 poin.
5.    Upaya untuk meningkatkan nilai oktan :
1)    Memilih minyak bumi yang mengandung senyawa aromatik tinggi
2)    Meningkatkan kandungan aromatik dan alkana bercabang serta alkena melalui proses reforming
3)    Penambahan zat aditif diantaranya :
TEL [menghasilkan nilai oktan mencapai 80-85]
MTBE [Metil Tersier Butil Eter_menghasilkan nilai oktan mencapai 92].
Methanol, etanol, viscon, tersier butyl alcohol
Dibromoetana [C2H4Br2] ditambahkan untuk mengikat timbale sisa pembakaran yang mengendap di bensin. Namun, penambahan senyawa ini tidak mengurangi zat pencemar timbal.


Rounded Rectangle: Gbr rumus struktur n-heptana dan isooktana 




Dampak pembakaran bensin
1.    Penggunaan TEL
TEL mengandung logam berat Pb, yang terbakar dan akan keluar lewat knalpot bersama asap sehingga akan menyebabkan polusi udara beracun.
2.    Pembakaran hidrokarbon tak sempurna
Pembakaran tidak sempurna akan menyebabkan polusi udara, karena akan dihasilkan gas CO dan asap berwarna hitam (C).
3.    Adanya belerang dalam minyak bumi, akan menyebabkan terjadinya gas sulfur dioksida yang dapat menghasilkan hujan asam jika bercampur dengan air hujan. Persamaan reaksi nya sebagai berikut.
Rounded Rectangle: PetrokimiaS + O2 → SO2

Produk yang dibuat dari minyak bumi dan gas alam disebut petrokimia. Contoh bahan-bahan petrokimia adalah plastic, serat sintetik, petisida, detergen, pelarut organik, pupuk, dan berbagai jenis obat-obatan dan vitamin.
Tiga bahan dasar, yaitu olefin, aromatic, dan gas-sintesis [syn-gas] adalah bahan utama untuk membuat produk petrokimia. Biasanya, proses industry petrokimia melalui tiga tahapan, yaitu :
1)    Mengubah minyak bumi dan gas alam menjadi bahan dasar petrokimia
2)    Mengubah bahan dasar menjdai produk antara
3)    Mengubah produk antara menjadi produk akhir

Related Posts

0 comment:

Post a Comment