Alasan-alasan unsur membentuk ikatan kimia

shares |




v  Ikatan kimia terbentuk karena unsur-unsur ingin mencapai kestabilan. Kestabilan dapat diketahui dari struktur elektron (konfigurasi elektron) yang stabil.
v  Konfigurasi elektron yang stabil adalah konfigurasi yang memenuhi aturan OKTET atau DUPLET
v  Konfigurasi elektron yang memenuhi aturan oktet = konfigurasi elektron yang jumlah elektron valensinya 8
v  Konfigurasi elektron yang memenuhi aturan duplet = konfigurasi elektron yang jumlah elektron valensinya 2
v  Elektron valensi = elektron yang terletak pada kulit atom terluar dan digunakan untuk berikatan kimia

v  Unsur-unsur yang memiliki struktur elektron stabil adalah SEMUA unsur golongan VIII A / golongan gas mulia (“HeBoh Negara Arab Karena Xeksi Ratunya” : He, Ne, Ar, Kr, Xe, Rn)
v  Golongan gas mulia dikatakan memiliki struktur elektron stabil karena energi ionisasinya sangat besar (elektronnya sangat sulit dilepaskan) dan afinitas elektronnya kecil (kecenderungan menangkap elektronnya  kecil). Ini menyebabkan unsur-unsur gas mulia cenderung tidak membentuk ikatan kimia. Disebut juga unsur yang stabil.
v  Tabel 1. Konfigurasi elektron gas mulia
No
Unsur
No. Atom
Konfigurasi elektron
Elektron Valensi
Keterangan
K
L
M
N
O
P
1
He
2
2
-
-
-
-
-
2
Konfigurasi duplet
2
Ne
10
2
8
-
-
-
-
8
Konfigurasi oktet
3
Ar
18
2
8
8
-
-
-
8
Konfigurasi oktet
4
Kr
36
2
8
18
8
-
-
8
Konfigurasi oktet
5
Xe
54
2
8
18
18
8
-
8
Konfigurasi oktet
6
Rn
86
2
8
18
32
18
8
8
Konfigurasi oktet
v  Walter Kossel & G. Lewis menyatakan bahwa terdapat hubungan antara stabilnya gas mulia dengan cara atom berikatan, yaitu : jumlah elektron terluar dari 2 atom yang berikatan, akan berubah sedemikian rupa sehingga  susunan elektron kedua atom tersebut sama dengan susunan elektron gas mulia.
v  Atom-atom dengan nomor atom kecil (Hidrogen s/d Boron) cenderung memiliki konfigurasi gas Helium (Konfigurasi duplet).

Related Posts

0 comment:

Post a Comment